Karoseri Mulai Kurangi Modifikasi Sasis Bus

Kompas.com - 26/08/2020, 19:01 WIB
Bus AKAP fastrans22.blogspot.comBus AKAP

JAKARTA, KOMPAS.com – Memiliki bus terbaru dengan dimensi yang lebih tinggi memang terlihat lebih gagah. Bus dengan tinggi di atas 3,8 meter memang membutuhkan sasis dengan suspensi udara tipe wide atau lebar.

Jika masih menggunakan per daun maupun air suspension tipe narrow, perlu ada penyesuaian. Bodi bus dengan tinggi di atas 3,8 meter di Indonesia meliputi Avante H9 dari karoseri Tentrem, Jetbus 3+ SHD, dan Legacy SR2 XHD Prime dari karoseri Laksana.

Salah satu sasis yang biasa diubah menjadi air suspension wide agar bisa menopang bodi super tinggi ini yaitu Hino RK8 R260 dan Mercedes Benz OH 1526. Secara Gross Vehicle Weight (GVW) kedua sasis ini kurang cocok untuk bus super tinggi.

Baca juga: Suzuki Protes Race Direction Berlaku Tidak Adil di MotoGP Styria

Bus AKAP Hino RM 380DeviantArt Bus AKAP Hino RM 380

Sales Staff karoseri Tentrem, Dimas Raditya mengatakan, secara teknis, mengubah bentuk suspensi jadi air suspension wide bisa menambah GVW yang bisa diangkut sasis tersebut.

“Misalnya pada sasis Mercy OH 1526 yang dipasangi bodi Avante H9 dengan tinggi 3,9 meter milik PO Borlindo. Mereka meminta bagian belakang shock breakernya ditambah, jadi ada delapan,” ucap Dimas kepada Kompas.com, Rabu (26/8/2020).

Hasil ubahannya juga tidak ada masalah ketika digunakan, karena sudah sesuai dengan pengalaman PO Borlindo di jalanan Sulawesi. Begitu juga dengan bodi Avante H9 milik Rosalia Indah yang memakai sasis Hino RK8, harus disesuaikan kembali.

Baca juga: Siapa yang Berhak Dapat Dispensasi Perpanjangan SIM?

Dimas juga mengatakan kalau kedepannya, karoseri tidak menyarankan adanya ubahan pada sasis, karena dari tinggi dan berat bodinya yang tidak sesuai. Jadi nantinya lebih disarankan untuk pakai bodi Avante H8 yang lebih pendek.

“Nanti kalau ada yang mau bikin bodi tinggi seperti Avante H9, akan disarankan pakai sasis tronton dengan GVW 24 ton maupun sasis biasa namun memiliki GVW 18 ton,” kata Dimas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X