Ban Depan Mobil Lebih Cepat Aus, Mitos atau Fakta?

Kompas.com - 31/07/2020, 11:02 WIB
ban mobil baru Kompas.com/Fathan Radityasaniban mobil baru
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mungkin jarang yang menyadari bahwa tingkat keausan empat roda pada mobil, ternyata tidak sama atau bersamaan, meski semua dipasang secara bersamaan.

Perilaku berkendara serta model penggerak roda yang berbeda berpengaruh terhadap tingkat keausan karet pembungkus pelek tersebut. Maka dari itu diperlukan rotasi ban sehingga bisa merata pada empat ban.

Lalu benarkan, ban yang berada di posisi depan akan mengalami keausan yang lebih cepat dibandingkan ban belakang?

Baca juga: Nyetir Mobil Malam Hari Terasa Lebih Capek dan Bahaya, Ini Alasannya

Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor ( TAM) Didi Ahadi mengatakan, bahwa anggapan tersebut ada benarnya juga.

Menurutnya, ban yang berada di depan menanggung beban berlebih sehingga karetnya akan lebih cepat habis dibandingkan ban belakang.

Ilustrasi proses spooring ban mobilliveabout.com Ilustrasi proses spooring ban mobil

Apalagi, jika kendaraan roda empat tersebut menganut sistem penggerak roda depan di mana ban depan bekerja lebih berat untuk menarik beban mobil.

“Biasanya kalau penggerak roda depan ban depan (lebih cepat habis) hal ini karena selain menarik juga untuk belok dan juga tergantung cara berkendara,” ujarnya kepada Kompas.com belum lama ini.

Dengan beban kerja yang lebih besar tersebut, Didi menambahkan, maka wajar jika ban bagian depan juga akan lebih cepat aus.

Baca juga: Tips Aman Mengemudi Sambil Mendengarkan Musik

Jika kondisi keausan ban tidak merata sudah terjadi, maka diperlukan adanya rotasi ban. Tujuannya adalah agar keausan ban antara depan, belakang, kanan dan kiri bisa merata atau lebih kurang sama.

Pentingnya rotasi bankiosban.com Pentingnya rotasi ban

Rotasi atau pemindahan ban bisa dilakukan setiap 10.000 kilometer,” katanya.

Pada kesempatan berbeda, On Vehicle Test (OVT) Manager PT Gajah Tunggal Zulpata Zainal mengatakan, beban yang diterima kendaraan saat melaju juga berpengaruh terhadap umur ban.

Baca juga: Ketahui Ini Bahayanya Naik Motor Sambil Mendengarkan Musik

Kemudian, kecepatan kendaraan saat melaju serta akselerasi yang berlebihan juga akan mempercepat keausan ban.

“Kecepatan atau akselerasi yang berlebihan serta beban yang berlebihan dan tekanan angin yang tidak sesuai juga mempengaruhi umur dan keausan ban,” katanya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X