Tips Aman Membonceng Anak Saat Naik Motor

Kompas.com - 24/07/2020, 18:32 WIB
Kesalahaan pengemudi motor yang bonceng anak KOMPAS.com/Aprida Mega NandaKesalahaan pengemudi motor yang bonceng anak

JAKARTA, KOMPAS.com – Motor merupakan kendaraan yang jamak digunakan sehari-hari. Pada kegiatan sehari-hari juga ada saatnya harus membonceng anak kecil atau balita.

Membonceng anak kecil tidak bisa sembarangan. Jika tidak awas, anak atau balita bisa terjatuh karena dia mengantuk. Lalu bagaimana cara membonceng anak kecil atau balita yang baik dan benar?

Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani mengatakan, ada beberapa tips bagi pengendara yang ingin membonceng anaknya saat berkendara.

Baca juga: Jadwal MotoGP Andalusia, Marc Marquez Nekat Balapan?

Kendaraan pemudik dengan sepeda motor melintas pada puncak arus balik di jalan nasional Medan-Aceh kawasan Lhokseumawe, Aceh, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik Lebaran 2019 Aceh terjadi pada H+5 menyusul volume kendaraan yang melintas didominasi pemudik.(ANTARA FOTO/RAHMAD)KOMPAS.com/Gilang Kendaraan pemudik dengan sepeda motor melintas pada puncak arus balik di jalan nasional Medan-Aceh kawasan Lhokseumawe, Aceh, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik Lebaran 2019 Aceh terjadi pada H+5 menyusul volume kendaraan yang melintas didominasi pemudik.(ANTARA FOTO/RAHMAD)

“Usahakan posisi anak ada di belakang pengendara. Jika anak belum bisa berpegangan dengan kuat, bisa gunakan alat pengikat tambahan agar tidak terjatuh,” ucap Agus kepada Kompas.com, Jumat (24/7/2020).

Agus menjelaskan, ketika berkendara, kita melawan arah angin. Sehingga jika ada batu kecil atau binatang dan debu, anak menjadi terlindungi. Jangan sebaliknya, pengendara malah berlindung di belakang anaknya.

“Kemudian untuk bahan pengikatnya bisa dari kain yang nyaman untuk pengendara maupun anaknya. Jangan pakai tali, karena malah membuat tidak nyaman,” kata Agus.

Baca juga: Marquez Nekat Ingin Balapan, Ini Kata Dokter

Memang ada juga pengikat yang posisi anaknya di depan pengendara. Biasanya ini dipakai untuk anak yang belum bisa berpegangan, misalnya balita. Balitanya juga harus menghadap ke pengendara, agar matanya aman.

“Namun lebih aman lagi, jika bawa anak yang masih sangat kecil, usahakan tidak berkendara sendirian, atau minimal naik kendaraan umum,” kata dia.

Hal ini dikarenakan, balita belum bisa pakai helm. Balita juga harus menggunakan perlengkapan seperti jaket dan sepatu, apalagi perjalanannya jauh. Selain itu, belum ada juga helm untuk anak kecil yang sesuai standar keamanan dan keselamatan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X