Mobil Murah Minum BBM Premium, Harus Lakukan Hal Ini

Kompas.com - 20/07/2020, 20:01 WIB
Ilustrasi SPBU Pertamina Humas Pertamina region IIIIlustrasi SPBU Pertamina

JAKARTA, KOMPAS.com - Secara aturan, mobil murah atau Low Cost Green Car (LCGC) disarankan untuk menggunakan bahan bakar minyak ( BBM) dengan oktan minimal 92.

Tujuan utamanya agar perfoma mesin menjadi lebih optimal dan tidak mengalami masalah dalam jangka waktu panjang.

Perlu dipahami, bahwa mobil murah yang masih mengonsumsi BBM oktan rendah seperti Premium 88 dan Pertalite 90 akan mengalami masalah pada sistem pembakaran mesin.

Service Head Auto2000 Bekasi, Sapta Agung Nugraha, mengatakan, pembakaran pada mesin menjadi kurang maksimal dan jangka panjangnya bisa timbul kerak karbon yang lebih banyak, sehingga yang dirasakan mesin menjadi ngelitik (knocking) dan boros BBM.

Baca juga: Benelli akan Pajang Dua Motor Listrik di IIMS Motobike Show 2020

Namun, tidak bisa dipungkiri juga bahwa pada praktiknya masih banyak pemilik mobil murah yang tetap mengonsumsi BBM Premium dan Pertalite. Alasannya jelas karena harga BBM jenis tersebut lebih murah ketimbang Pertamax dan sejenisnya.

Pertalite semakin diminati dan tersedia di seluruh kota serta kabupaten di Jawa Barat dan Banten. Harga pun turun per 1 September 2015.Pertamina Pertalite semakin diminati dan tersedia di seluruh kota serta kabupaten di Jawa Barat dan Banten. Harga pun turun per 1 September 2015.

Lantas, bagi mereka yang masih nekat menggunakan BBM Premium dan Pertalite, menurut Sapta harus rutin melakukan perawatan berkala.

Baca juga: Tak Mau Kalah dari BIMS, Dyandra Siapkan Protokol Kesehatan yang Ketat

“Tujuannya agar perfoma kendaraan tetap terjaga. Pasalnya BBM tersebut punya efek yang kurang bagus buat mesin mobil,” ujar Sapta saat dihubungi Kompas.com.

Melakukan servis secara rutin, bisa mencegah munculnya gejala-gejala negatif yang bakal dirasakan.

“Selain itu rutin melakukan servis juga bisa menjadi tindakan preventif atau pencegahan. Kita juga bisa melihat history kendaraannya sendiri,” katanya.

Selanjutnya, Sapta menyarankan untuk menggunakan suku cadang yang asli untuk memastikan kualitas komponennya. Dan sebisa mungkin mengganti BBM dengan jenis Pertamax.

“Pasalnya, meski harga premium lebih murah, tapi jika mobil sudah rusak maka biaya yang dikeluarkan akan merogoh kocek dalam,” ucap Sapta.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X