MPV Jepang Seken Masih Diminati di Tengah Pandemi

Kompas.com - 09/07/2020, 11:02 WIB
Pasar mobil bekas di bulan Rmadhan Stanly/OtomaniaPasar mobil bekas di bulan Rmadhan

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlangsung dari April hingga pertengahan Juni 2020, membuat penjualan mobil bekas anjlok.

Sejumlah pedagang harus mencari strategi jitu agar stok mobilnya bisa laku.

Meski demikian, ternyata ada jenis mobil yang masih banyak diminati oleh konsumen dan penjualannya tidak terpengaruh pandemi Covid-19.

Baca juga: Jangan Asal Kencang, Begini Teknik Pasang Busi yang Benar

Direktur Marketing OLX Indonesia Ichmeralda Rachman mengatakan, dari sebelum pandemi sampai masa pandemi pilihan konsumen pada jenis mobil favorit tidak berubah, yaitu MPV Jepang.

Fresh graduate harus jeli memilih tipe kendaraan. Jangan terjebak iming-iming harga murah. Ingat, kelengkapan fitur juga wajib diteliti.Dokumentasi mobil88 Fresh graduate harus jeli memilih tipe kendaraan. Jangan terjebak iming-iming harga murah. Ingat, kelengkapan fitur juga wajib diteliti.

“Masih menjadi nomer satu (MPV Jepang) datanya tidak berubah, tiga ini yang paling banyak diminati Toyota Avanza, Toyota Innova, Daihatsu Xenia,” ujar wanita yang akrab disapa Melda pada sesi virtual Otolive Kompas.com.

Baca juga: Jangan Tunggu Rusak, Kenali Ciri-ciri Suspensi Mobil Bermasalah         

Melda menjelaskan, hal ini bisa terjadi lantaran kebanyakan konsumer Indonesia memiliki sifat kekeluargaan atau komunal, sehingga berpengaruh kepada pilihan jenis mobil.  

Meski demikian, Melda mengaku saat awal pandemi sempat terjadi perubahan di mana terjadi penuruan penjualan pada segmen mobil MPV kelas menengah.    

“Pada saat awal-awal (pandemi) semua sektor pasti mengalami penurunan, bahkan MPV kelas menengah sempat menurun dua kali lipat dibandingkan dengan MPV premium seperti Toyota Alphard. Bisa jadi pada saat itu mereka lebih memprioritaskan kebutuhan primer,” ucapnya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X