Penjualan Mobil Bisa Pulih Cepat, Industri Otomotif Harus Bertahap

Kompas.com - 30/06/2020, 09:02 WIB
Pabrik Toyota Australia. Motoring.com.auPabrik Toyota Australia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Potensi pertumbuhan pasar otomotif diyakini dapat terjadi pada kuartal IV/2020 seiring dengan peningkatan daya beli masyarakat dan terbukanya sejumlah pasar ekspor usai pemberlakuan new normal.

Bahkan, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono menyebut bahwa peningkatan pasar bisa mencapai dua sampai tiga kali lipat dari periode sebelumnya, ketika pandemi virus corona alias Covid-19 melanda.

"Akan tetapi, pergerakan manufaktur (supply) bertahap karena butuh preparation. Tidak bisa juga berubah-ubah seperti permintaan pasar," katanya dalam diskusi virtual terbatas belum lama ini.

Baca juga: Industri Otomotif Terancam Syok Suplai

Pabrik Toyota yang ada di Turki.Autocarpro.in Pabrik Toyota yang ada di Turki.

Terlebih, para pemasok lokal kerap terluka dan membutuhkan stimulus, khususnya di cash flow yang sempat terganggu karena pandemi. Operasional mereka tidak bisa langsung beroperasi 100 persen.

"Pasokkan unit dari luar negeri seperti dari China juga jadi tantangan tersendiri, mengingat permintaannya pasti tinggi dan ada kecenderungan beberapa negara ingin fokus terhadap pemulihannya lebih dahulu," kata Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam.

"Confident Index Demand lebih tinggi daripada Supply," lanjutnya.

Berdasarkan perkiraan perseroan, Warih menyatakan bahwa pergerakan pasar otomotif akan terjadi beberapa tahap. Pertumbuhan awal akan terjadi di awal semester dua tahun ini yaitu Juni-Juli-Agustus-September.

Baca juga: Aturan Baru SIKM, Wajib Tes Covid-19 Melalui CLM

Ilustrasi penjualan mobilStanly/KompasOtomotif Ilustrasi penjualan mobil

"Kemudian pada Oktober atau kuartal IV/2020, baru akan ketahuan peningkatan market sesungguhnya. Ini yang menentukan bagaimana dampak new normal terhadap pasar," katanya.

Dari hasil tersebut, maka pabrikan akan menyesuaikan pasokkan mengingat operasional pabrik juga masih dalam keterbatasan atau belum pulih sepenuhnya. Ia berharap, di periode yang sama produksi juga bisa kembali normal untuk bisa lebih awal melakukan ekspor.

"Mungkin hingga kuartal I/2021 sekitar 50-60 persen," ujar Warih.

Baca juga: Industri Otomotif Berharap Ada Insentif Tambahan Pemerintah

"Oleh karena itu, kita terus melakukan komunikasi dengan para pemasok guna mempersiapkan permintaan yang bakal melonjak ini," lanjutnya.

Sedangkan untuk pasar ekspor, prediksi pemulihannya sedikit lebih panjang mengingat beberapa negara tujuan masih turut berjuang mengembalikan performa ekonominya imbas pandemi.

"Situasi idealnya, bila kita lihat timing antara permintaan dan pemenuhan pasar, mungkin ekspor mulai di fiscal year 2021/2022," katanya lagi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X