Paling Cepat Industri Otomotif Pulih Tahun Depan

Kompas.com - 30/06/2020, 07:02 WIB
Ilustrasi penjualan mobil. AUTONEWSIlustrasi penjualan mobil.

JAKARTA, KOMPAS.com - Toyota Indonesia memprediksi industri otomotif nasional mulai berangsur pulih paling cepat kuartal pertama tahun depan usai mendapatkan pukulan keras dari pandemi virus corona (Covid-19) di 2020.

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono menjelaskan, proyeksi ini sejalan dengan tercapainya titik ekuilibrium yang baru antara permintaan dan penawaran kendaraan bermotor.

"Pada kuartal IV/2020 mungkin mulai ada reaksi baik dari daya beli masyarakat usai diterapkan new normal, di samping pabrik sudah beroperasi untuk memenuhi kebutuhan pasar," kata dia di diskusi virtual terbatas belum lama ini.

Baca juga: Industri Otomotif Terancam Syok Suplai

Toyota Camry 2018 mulai diproduksi di pabrik Toyota Kentuckycarscoops.com Toyota Camry 2018 mulai diproduksi di pabrik Toyota Kentucky

"Tapi, operasional (pabrik) belum pulih sepenuhnya, mungkin hingga kuartal I/2021 sekitar 50-60 persen. Sementara sales (domestik) pasti langsung melonjak tinggi, jadi cukup baik," lanjut Warih.

Sedangkan untuk pasar ekspor, prediksi pemulihannya sedikit lebih panjang mengingat beberapa negara tujuan masih turut berjuang mengembalikan performa ekonominya imbas pandemi.

"Situasi idealnya, bila kita lihat timing antara permintaan dan pemenuhan pasar, mungkin ekspor mulai di fiscal year 2021/2022. Saat itu, ekspor bisa mencapai 40 persen (dari total penjualan)," ujar Warih.

"Yah, karena kita tahu sendiri, masih banyak negara tujuan ekspor yang berjuang untuk survive dari pandemi juga dan nampaknya mereka akan berfokus ke domestik dahulu (mengurangi impor) seperti Vietnam," tambah Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam.

Baca juga: Penjualan Mobil Makin Parah di Mei 2020 Imbas Pandemi

Ilustrasi penjualan mobilStanly/KompasOtomotif Ilustrasi penjualan mobil

Proyeksi pasar tersebut tak jauh berbeda sebagaimana dikatakan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier beberapa waktu lalu.

Menurut Taufiek, penjualan mobil nasional bisa kembali pulih berada di atas 1 juta unit per tahun pada 2021 atau 2022.

"Pemulihan sektor otomotif sangat tergantung pada seberapa cepat recovery di sektor rill. Berdasarkan asumsi kami, sektor ini diharapkan dapat kembali normal antara satu sampai dua tahun," katanya kepada Kompas.com.

Adapun pelemahan pasar domestik untuk kendaraan roda empat pada tahun ini imbas pandemi, Taufiek memperkirakan bakal berada di level 40-50 persen dari tahun sebelumnya. Sementara ekspor terkoreksi hingga 50 persen secara tahunan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X