Agar Tak Salah Pilih, Begini Tips Membeli Mobil Bekas

Kompas.com - 22/06/2020, 14:21 WIB
Seorang pedagang memasang kertas berisi spesifikasi mobil yang akan dijual di bursa mobil Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019). Setiap Minggu ratusan mobil bekas dijajakan di Bursa Mobil Sriwedari. Ari PurnomoSeorang pedagang memasang kertas berisi spesifikasi mobil yang akan dijual di bursa mobil Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019). Setiap Minggu ratusan mobil bekas dijajakan di Bursa Mobil Sriwedari.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Membeli mobil bekas menjadi bisa menjadi alternatif bagi yang ingin memiliki kendaraan pribadi, tetapi dananya terbatas.

Sekarang ini harga mobil bekas yang dijual di pasaran cukup bervariasi, mulai puluhan juta rupiah hingga ratusan juta rupiah.

Bagi yang ingin membeli tinggal menyesuaikan dana yang tersedia dan mulai berburu mobil sesuai yang diinginkan.

Tetapi, saat berburu mobil bekas ini sebaiknya calon pembeli juga memperhatikan beberapa hal agar tidak salah dalam membeli mobil idaman.

Jangan sampai, mobil yang dibelinya justru akan menguras kantong karena perlu mengeluarkan dana besar untuk perbaikan dan perawatan.

Baca juga: Benarkah Wanita Lebih Rajin Servis Mobil Dibandingkan Laki-laki?

Manager Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih memberikan sejumlah tips kepada pemula yang ingin membeli mobil bekas agar tidak salah pilih.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 Berikut beberapa tips memilih mobil bekas

1. Mencari showroom dengan stok mobil banyak

Bursa mobil bekas di Mall Blok M Lt. Basement, Jakarta SelatanKompas.com/Dio Bursa mobil bekas di Mall Blok M Lt. Basement, Jakarta Selatan

Herjanto mengatakan, yang pertama dilakukan saat hendak membeli mobil bekas adalah mendatangi showroom yang memiliki stok mobil melimpah.

Menurutnya, dengan banyaknya pasokan mobil tentunya semakin memberikan banyak pilihan bagi calon pembeli.

“Calon pembeli juga harus bawel untuk bertanya, semakin banyak tanya maka akan tahu mengenai mobil itu. Dan jangan hanya mendatangi satu showroom saja, buat alternatif,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Senin (22/6/2020).

Baca juga: Mobil Baru Obral Diskon Besar, Harga Mobil Bekas Jadi Anjlok?

2. Test drive

Ilustrasi berkendara.Thinkstock Ilustrasi berkendara.

Membeli mobil bekas berbeda dengan membeli mobil baru, salah satunya adalah dengan melakukan test drive.

Dengan mencobanya secara langsung, maka calon pembeli bisa mengetahui kondisi mobil saat dikendarai.

“Lakukan test drive langsung untuk mengetahui kondisi mobil saat digunakan bagaimana saat dikendarai, kaki-kakinya dan lainnya,” kata Herjanto.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Mobil yang Dipakai Wanita Lebih Terawat Dibanding Pria?

3. Bawa ahli

Ilustrasi servis mobil oleh Bengkel Resmi HondaDOK. HONDA PROSPECT MOTOR Ilustrasi servis mobil oleh Bengkel Resmi Honda

Bagi pemula apalagi yang tidak paham mengenai mesin mobil tidak ada salahnya untuk membawa serta seorang ahli yang mengetahui mengenai mesin.

Dengan keahlian yang dimilikinya, seorang mekanik akan bisa mendeteksi kondisi mobil bekas termasuk jika nantinya ada kerusakan atau kekurangannya.

“Bawa oranglah yang mengerti mesin, lalu dilakukan pengecekan. Atau dibawa langsung ke bengkel resmi seperti Toyota bisa dibawa ke Bengkel Auto2000,” ucapnya.

Baca juga: Jokowi Ulang Tahun, Intip Ini Koleksi Motor Kustom Miliknya

4. Perhatikan sejarah perawatannya

Ilustrasi servis mobil di dealer Auto2000Auto2000 Ilustrasi servis mobil di dealer Auto2000

Herjanto mengatakan meskipun mobil bekas tetapi jika pemilik melakukan perawatan yang bagus dan rutin kondisinya akan tetap baik.

Kondisi tersebut juga tidak bergantung pada berapa jauh jarak yang sudah pernah ditempuh oleh kendaraan tersebut.

“Kalau menurut saya jarak itu tidak begitu pengaruh atau penting, yang terpenting adalah perawatannya. Semakin bagus perawatannya juga akan semakin baik kondisi mobilnya,” Katanya.

Baca juga: Ditlantas Polda Jatim Maksimalkan Samsat Keliling untuk Cegah Kerumunan

5. Kelengkapan surat

Seorang warga memperlihatkan bukti pelunasan pajak kendaraan bermotor yang dibayar secara daring atau online dari rumah di Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (26/3/2020). Pembayaran secara online itu karena diliburkannya pembayaran secara langsung melalui Samsat untuk mencegah penularan Covid-19.ANTARA FOTO/SENO Seorang warga memperlihatkan bukti pelunasan pajak kendaraan bermotor yang dibayar secara daring atau online dari rumah di Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (26/3/2020). Pembayaran secara online itu karena diliburkannya pembayaran secara langsung melalui Samsat untuk mencegah penularan Covid-19.

Calon pembeli juga jangan lupa untuk memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan yang akan dibeli.

Jika perlu dilakukan pengecekan keabsahan surat-surat tersebut melalui aplikasi online yang bisa dengan mudah diakses.

“Surat-suratnya juga jangan lupa untuk dicek, pengecekan surat ini juga bisa dilakukan secara online,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.