Stok Menipis, Daihatsu Harap Ada Relaksasi Protokol Produksi

Kompas.com - 22/06/2020, 07:02 WIB
Daihatsu Terios 7 Wonders Daihatsu Terios 7 Wonders
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain membuat ruang gerak dalam berbisnis makin sempit, dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) juga turut menghambat proses produksi sebagian pabrikan mobil di Indonesia. Salah satunya PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

Direktur Pemasaran PT ADM Amelia Tjandra mengatakan, sampai di Juni ini Daihatsu masih belum mulai melakukan aktivitas produksi mobil secara normal di fasilitas pabrik.

Kapasitas produksi juga belum bisa memenuhi kebutuhan pasar domestik yang dibutuhkan, sampai saat ini.

"Soal produksi, untuk Juni kami hanya memproduksi tapi hanya untuk fleet order saja, jadi yang sudah konfirmasi stoknya tidak ada, itu kami produksi 300-an saja, selebihnya kita produksi untuk ekspor dan domestik belum," ucap wanita yang akrab disapa Amel dalam konferensi pers virtual dengan media, Jumat (19/6/2020).

Baca juga: Bukan Karena Status, Ini Alasan Daihatsu Tak Mampu Lampaui Toyota

Sedangkan untuk Juli nanti, Amel menjelaskan baru akan mulai melakukan aktivitas produksi kembali. Namun itu pun tidak langsung dalam skala besar karena tetap harus tunduk dan mengikuti protokol Covid-19 serta PSBB.

Ilustrasi produksi mobil di pabrik Daihatsu.KOMPAS.com / FEBRI ARDANI Ilustrasi produksi mobil di pabrik Daihatsu.

Karena mengikuti reguliasi tersebut, maka Amel mengatakan di Juli proses produksi pun tak akan maksimal lantaran pekerja yang akan masuk jumlah dibatasi hanya 50 persen.

Belum lagi dengan adanya aturan lain yang juga bisa menghambat laju produksi, salah satunya seperti menjaga jarak antar karyawan yang diklaim dapat mempengaruhi waktu produksi makin panjang.

"Juli kita mulai tapi satu shift karena ada pembatasan dan jarak, padahal adanya jarak dalam proses produksi sangat mempengaruhi, take time-nya jadi panjang. Jadi Juli meski sudah produksi tidak akan banyak, jadi bisa dikatakan wholesales di Juni dan Juli untuk pasar domestik tidak akan maksimal," ucap Amel.

Baca juga: Punya Duit Rp 100 Jutaan Sudah Bisa Dapat Alphard

Amel mengatakan dari segi kondisi, sebenarnya sudah banyak diler-diler yang membutuhkan unit lantaran ketersediaan stoknya yang menipis. Tapi, karena ada keterbatasan mengikuti regulasi, sehingga unit produksi pun ikut terbatas.

Dengan itu, Amel berharap pemerintah bisa melonggarkan aturan atau memberikan relaksasi bagi industri agar bisa melakukan aktivitas dengan jumlah karyawan yang lebih banyak dari saat ini.

Daihatsu Xenia di GIIAS 2019 Daihatsu Xenia di GIIAS 2019

"Cabang banyak yang minta unit, tapi kami ikut protokol. Kami harap di Agustus akan ada relaksasi protokol Covid yang memungkinkan bekerja lebih maksimal. Bukan kami tak mampu produksi, tapi buat kami kesehatan itu nomor satu meskipun dampaknya ke bisnis," ucap Amel.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X