Cara Aman Semprot Disinfektan pada Interior Mobil

Kompas.com - 12/06/2020, 19:01 WIB
Ilustrasi Membersihkan Interior Mobil istIlustrasi Membersihkan Interior Mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam melakukan pencegahan penyebaran virus Covid-19 bisa dilakukan oleh berbagai cara. Selain mengurangi aktivitas di luar rumah, rutin membersihkan benda-benda yang digunakan juga bisa menjadi salah satu upaya pencegahan.

Membersihkan interior mobil yang sering dipakai untuk rutinitas sehari-hari misalnya, mengingat bagian kabin mobil tidak luput dari ancaman penyebaran virus mematikan tersebut.

Beberapa salon mobil atau pemilik kendaraan menggunakan cairan disinfektan untuk membersihkan bagian dalam mobil. Namun, beberapa kandungan cairan tersebut ternyata memiliki dampak buruk pada interior mobil.

Baca juga: Biaya Resmi Perpanjang Masa Berlaku SIM C

Lantas, bagaimana cara yang aman untuk menggunakan cairan disinfektan pada interior mobil?

Hal paling utama yang harus diperhatikan adalah kandungan yang terdapat pada cairan disinfektan tersebut.

Owner 28 Autodetailing Bintaro, Adhimasya Trinanda, mengatakan, cairan disinfektan memiliki kandungan yang beragam, mulai dari hydrogen peroxide, hingga bahan pemutih.

“Selama campuran dan kadarnya sesuai, dan sudah teruji tidak bersifat korosif maka aman-aman saja untuk digunakan pada kendaraan,” katanya

Detial interior mobil baru Mitsubishi Outlander PHEV di GIIAS 2019.Kompas.com/Setyo Adi Detial interior mobil baru Mitsubishi Outlander PHEV di GIIAS 2019.

Saat memberishkan interior, pemilik mobil sebaiknya hindari penggunakan disinfektan secara masif dan langsung mengenai panel mobil.

“Semprotkan cairan disinfektan ke kain microfiber terlebih dahulu, baru kemudian bersihkan bagian-bagian yang paling sering disentuh, seperti setir, door trim, tuas transmisi, hand brake, tombol switch AC dan lainnya,” kata Adhimas kepada Kompas.com, Jumat (12/6/2020).

Baca juga: Perhatikan TWI Ban Mobil Sebelum Mengemudi

Sebab, menurut Adhimas, jika dilakukan penyemprotan secara langsung dan masif bisa menimbulkan bercak dan efek buruk lainnya.

“Dikhawatirkan cairan tersebut mengering, sehingga meninggalkan bercak dan bisa mengenai komponen yang boleh terkena air seperti LCD panel. Jadi lebih baik lakukan secara perlahan dan terukur,” katanya.

Sementara, pendapat berbeda diungkapkan oleh Owner Vertue Concept, Edy, menurutnya lebih baik membersihkan kabin mobil dengan sabun bayi sebab sudah dipastikan lebih aman untuk interior mobil.

“Lebih disarankan disinfektan yang biasa digunakan bayi (sabun bayi) atau menggunakan merek tertentu yang sudah dipastikan tidak akan memiliki dampak negatif. Selain aman untuk interior, bahan tersebut juga aman untuk orang yang akan masuk mobil,” kata Edy.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X