Sekat Partisi Dalam Mobil Harus Rajin Disemprot Disinfektan

Kompas.com - 12/06/2020, 14:41 WIB
Mitra Pengemudi GrabCar dan penumpang dipisahkan dengan partisi plastik agar baik Mitra Pengemudi dan penumpang saling menjaga satu sama lain. Grab IndonesiaMitra Pengemudi GrabCar dan penumpang dipisahkan dengan partisi plastik agar baik Mitra Pengemudi dan penumpang saling menjaga satu sama lain.

JAKARTA, KOMPAS.com - Demi mencegah penyebaran virus Covid-19 saat berkendara, memasang sekat partisi dalam kabin mobil menjadi tren di berbagai kalangan pemilik kendaraan, baik kendaraan pribadi maupun taxi online.

Penyebaran virus yang mayoritas terjadi lewat droplet memang bisa diminimalisasi dengan menyematkan sekat partisi. Namun ternyata ada hal yang harus diperhatikan.

Partisi berbahan plastik yang kebanyakan digunakan taksi online ini tujuannya untuk pembatas agar tidak ada kontak langsung dari driver si kepenumpang. Tetapi, harus benar-benar rajin dibersihkan dengan disinfektan setiap ada penumpang baru,” ujar Dokter umum Rumah Sakit Pertamina Bina Medika, Daniel Bramantyo, Jumat (12/6/2020).

Baca juga: Lokasi Pelayanan SIM Keliling di Wilayah Jawa Timur

Berdasarkan studi dari NIH the finding suggest, mengatakan bahwa virus Covid-19 bisa bertahan dua atau tiga hari pada permukaan plastik, stainless steel, dan permukaan benda lainnnya, bahkan bisa bertahan hingga 28 hari di suhu rendah.

“Jadi, tidak menutup kemungkinan bahwa wadah plastik tersebut bisa jadi tempat untuk virus atau bakteri,” kata Daniel.

Ilustrasi sekat partisi di mobilInstagram Ilustrasi sekat partisi di mobil

Namun, hal ini bisa diminimalisasi dengan rajin menyemprot kabin menggunakan cairan disinfektan. Kandungan senyawa karsinogenik yang terdapat dalam cairan disinfektan dinilai bisa membunuh virus hanya dalam satu menit.

Baca juga: Sport Vs Matik, Mana yang Lebih Disukai Wanita Untuk Boncengan?

“Tapi perlu diingat, sehabis menyemprot kendaraan dengan cairan tersebut penumpang atau pengemudi jangan langsung masuk kabin. Beri jeda waktu 5 menit agar tubuh tidak terkena efek buruk dari kandungan disinfektan tersebut,” kata Daniel.

Meski demikian, penggunaan cairan disinfektan secara masif tidak disarankan untuk kendaraan baik pada bagian eksterior maupun interior.

Owner 28 Autodetailing, Bintaro, Adhimasya Trinanda, mengatakan, untuk bagian interior terutama yang berbahan leather atau kulit memang tidak boleh terkena langsung cairan yang mengandungan alkohol.

“Cairan disinfektan memang memiliki dampak buruk bagi kendaraan, jika campuran dan kadarnya tidak sesuai, sebab bisa bersifat korosif,” kata Adhimas.

Oleh sebab itu, pemilik kendaraan juga harus memperhatikan kandungan disinfektan yang ingin digunakan agar tidak merusak interior mobil.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X