Indonesia Mau Jadi Tuan Rumah Extreme E

Kompas.com - 12/06/2020, 08:22 WIB
Ajang balap off-road SUV elektrik thesportsman.comAjang balap off-road SUV elektrik

JAKARTA, KOMPAS.com - Ajang balap off-road SUV elektrik untuk pertama kalinya akan digelar pada Januari 2021 nanti. Balapan ini kabarnya akan digelar juga di Indonesia.

Namun, tidak untuk musim pertama nanti. Di musim pertama, Extreme E akan berjalan sebanyak lima seri yang digelar di lima negara. Kelima negara yang akan menjadi tuan rumah, yaitu Senegal, Arab Saudi, Nepal, Greenland, dan Brasil.

Baca juga: Polisi Ikutan Go Green Pakai Mobil Listrik Tesla Model 3

M Wahab S, pengamat motorsport, mengatakan, musim pertama ini akan digelar sebanyak lima seri, Indonesia belum termasuk. Kemungkinan besar Indonesia baru akan masuk kalender di 2022.

Ajang balap off-road SUV elektrikthesportsman.com Ajang balap off-road SUV elektrik

"Sebab, Extreme E ini ingin buru-buru diluncurkan. Rencananya akan diluncurkan oleh Extreme E Operation (XEO)," kata Wahab, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Wahab menambahkan, pihak penyelenggara sudah mengincar Indonesia untuk menjadi tuan rumah juga di musim pertama ini. Tapi, sayangnya tidak memungkinkan.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) Jeffrey JP, mengatakan, ada yang sudah daftar ke IMI untuk bisa mengembangkan Extreme E di Indonesia dan ingin menjadi penyelenggara.

Baca juga: Formula E Batal, BMW Akan Tetap Luncurkan Mobil Listrik

Pihak yang mendaftarkan diri tersebut adalah Indover Group, yang diketahui juga mengelola tim balap Techeetah XE. Tim asal Indonesia tersebut juga akan berlaga di Extreme E.

"Beberapa minggu lalu, secara resmi mereka sudah registrasi ke IMI, tapi mengenai sejauh apa persiapannya, itu yang belum dikoordinasikan lebih lanjut. IMI pada dasarnya siap mendukung mereka," ujar Jeffrey.

Jeffrey menambahkan, IMI juga meminta pada pihak penyelenggara lokal nantinya agar bisa disosialisasikan lebih baik. Namun, terkait regulasinya, IMI belum bisa bicara banyak, karena belum mendapat detail dari regulasinya.

"Sebab, kita juga harus mempersiapkan komunitas dan pebalap kita. Agar animo dari teman-teman off-roader bisa tinggi menyambut ajang balap ini," kata Jeffrey.

Untuk lokasinya, Jeffrey mengatakan, IMI menyerahkan pada pihak penyelenggara. Sebab, penyelenggara lokal ini nantinya juga bisa berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat atau koordinasi dengan komunitas.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X