Pengaruhi Daya Beli, Toyota Harap Pajak Kendaraan Jangan Naik

Kompas.com - 12/06/2020, 08:42 WIB
Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESMobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

JAKARTA, KOMPAS.com – Hampir semua merek otomotif mengalami penurunan penjualan pada masa pandemi corona. Permintaan kendaraan sebetulnya terbilang normal pada awal tahun, namun berangsur menurun sejak Covid-19 menjangkiti Indonesia pada Maret 2020.

Kini setelah absen sekitar tiga bulan, roda perekonomian dipaksa berputar lagi. Tapi industri otomotif tidak bisa bangkit secara instan.

Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia ( TMMIN) Bob Azam, mengatakan, industri otomotif saat ini butuh stimulus dari pemerintah agar terjadi peningkatan daya beli.

Baca juga: Perpanjang Masa Berlaku SIM Bisa Secara Online, Begini Caranya

Loket yang berada di lantai dasar, untuk mengambil STNK baru.Ghulam/Otomania Loket yang berada di lantai dasar, untuk mengambil STNK baru.

“Kami harapkan ada tax deduction untuk menstimulus daya beli. Tapi tax deduction ini yang tidak mengurangi pendapatan pemerintah,” kata Bob, kepada Kompas.com (11/6/2020).

“Stimulus dibutuhkan agar permintaan konsumen meningkat, agar ekonomi bergerak, supaya income pemerintah tetap karena quantity yang dijual banyak,” ucapnya

Stimulus dapat berbentuk apa saja, salah satunya peluncuran model baru. Namun, untuk saat ini, menurut Bob, hal itu bukan yang paling mendasar.

Baca juga: Upgrade Mesin Vespa Smallframe Andre Taulany Habiskan Rp 55 Juta

Ilustrasi membeli mobilistimewa Ilustrasi membeli mobil

Bob mengatakan, pemangkasan pajak kendaraan berotor (PKB) justru bisa berkontribusi banyak dalam meningkatkan penjualan.

“Meskinya kita fokus pada recovery daya beli, baru ganti model. Harapan kita ada di pajak daerah, kalau pajak bisa diturunkan, jumlah yang dijual bisa naik,” tuturnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X