Deteksi Covid-19 di Transportasi Umum, BPTJ Siapkan Aplikasi Khusus

Kompas.com - 09/06/2020, 15:01 WIB
Warga menggunakan masker saat menumpangi bus transjakarta di Jl. Letjen S. Parman, Jakarta Barat, Senin (4/5/2020). Provinsi DKI Jakarta memasuki pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diperpanjang ke tahap kedua. Tujuan PSBB ini adalah untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga menggunakan masker saat menumpangi bus transjakarta di Jl. Letjen S. Parman, Jakarta Barat, Senin (4/5/2020). Provinsi DKI Jakarta memasuki pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diperpanjang ke tahap kedua. Tujuan PSBB ini adalah untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19).
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Bersama dengan Satuan gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), akan memperkenalkan aplikasi L-Cov (Lacak Covid) bagi pengguna transportasi di Jabodetabek.

Aplikasi ini nantinya bisa digunakan untuk masyarakat umum maupun operator transportasi yang akan diluncurkan pada 10 Juni 2020. Tujuan dari aplikasi ini agar pengguna transportasi dapat memperoleh informasi tentang potensi penularan Covid-19 di sekitar lingkungan mereka.

Kepala BPTJ Polana B. Pramesti mengatakan, aplikasi L-CoV diharapkan dapat membantu untuk melakukan pencegahan dini, terhadap potensi penyebaran virus sebelum dan ketika bermobilitas. Selain angkutan umum, aplikasi ini juga bisa digunakan untuk kendaraan pribadi.

Baca juga: Berlaku di Jalan Mana Saja jika Ganjil Genap Motor Diterapkan?

"Sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk penyakit ini, oleh karenanya pencegahan dini khususnya ketika sedang bermobilitas menjadi penting," ujar Polana dalam keterangan resminya, Selasa (9/6/2020).

Melalui aplikasi tersebut, Polanan menjelaskan akan memungkinkan pengguna untuk memantau potensi penularan Covid-19 secara mobile, khususnya di sepanjang rute jalan yang akan dilalui.

Sejumlah penumpang menaiki bus Transjakarta di Jakarta, Selasa (17/3/2020). PT Transjakarta akan menambah rute perjalanan menjadi 123 rute dan menambah jam operasional, hal ini untuk mengurangi antrean panjang yang terjadi di beberapa halte pada Senin (16/3/2020) kemarin.ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT Sejumlah penumpang menaiki bus Transjakarta di Jakarta, Selasa (17/3/2020). PT Transjakarta akan menambah rute perjalanan menjadi 123 rute dan menambah jam operasional, hal ini untuk mengurangi antrean panjang yang terjadi di beberapa halte pada Senin (16/3/2020) kemarin.

L-CoV akan dilengkapi dengan fitur Pantau Jalan. Fitur ini berguna sebagai panduan mengetahui potensi Covid-19 secara realtime di sepanjang rute yang dilewati. Selain rute, pengguna aplikasi L-COV juga akan mendapat informasi tentang peta pesebaran pasien Covid 19 baik yang positif maupun suspect.

"Kita bekerjasama dengan Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 serta Pemerintah Daerah dalam mengetahui data baik jumlah pasien positif, PDP, dan ODP di sekitar pengguna aplikasi L-COV," ujar Polana.

Pengguna aplikasi juga bisa mengetahui informasi yang menampilkan resiko dan jumlah pasien positif atau suspect pada suatu wilayah melalui dasbor di halaman depan. Namun harus dengan fitur yang GPS yang aktif serta berada di wilayah yang sudah tersedia datanya.

Baca juga: Simpan Hand Sanitizer di Kabin Bisa Bikin Mobil Terbakar, Mitos atau Fakta?

L-COV juga memiliki fitur yang berfungsi untuk mendeteksi potensi penularan Covid-19 pada fasilitas transportasi umum yang akan digunakan masyarakat. Melalui teknologi QR code, pengguna dapat melakukan pemindaian terhadap sarana dan prasarana transportasi umum untuk mengidentifikasi potensi penularan Covid 19.

"Mengingat penyebaran Covid-19 sangat bergantung kepada mobilitas masyarakat, maka diharapkan jika potensi penularan dapat diketahui lebih dini masyarakat bisa bersikap lebih bijak dan hati-hati untuk memutuskan berkegiatan di luar rumah atau lebih memilih untuk tinggal di rumah saja," kata Polana.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X