Volume Kendaraan Meningkat, Polisi Terapkan Contraflow di Tol Dalam Kota

Kompas.com - 09/06/2020, 12:02 WIB
Suasana lalu lintas di jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Senin (1/6/2020). Petugas melakukan penyekatan di pos Rindu Alam yang berbatasan dengan wilayah Cianjur  untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 melalui aktivitas mudik masyarakat. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOSuasana lalu lintas di jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Senin (1/6/2020). Petugas melakukan penyekatan di pos Rindu Alam yang berbatasan dengan wilayah Cianjur untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 melalui aktivitas mudik masyarakat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat volume lalu lintas di sejumlah wilayah Ibu Kota pada hari pertama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi meningkat hingga 13 persen.

Hal ini sejalan dengan dibukanya berbagai sektor industri dan bisnis usai operasinya dihentikan sementara selama dua bulan belakangan guna menekan penyebaran virus corona alias Covid-19.

“Iya, volume kendaraan pada Senin (8/6/2020) lebih padat dari hari biasanya. Belum dipastikan pastinya, perkiraan saya sampai 8-13 persen (kenaikannya)," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6/2020).

Baca juga: Motor yang Melanggar Ganjil Genap Belum Ditilang sampai Ada Rambu

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta, Senin (8/6/2020). Pada pekan pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi dan hari pertama dimulainya kembali aktivitas perkantoran, arus lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan. ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj. Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta, Senin (8/6/2020). Pada pekan pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi dan hari pertama dimulainya kembali aktivitas perkantoran, arus lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan.

Pernyataan ini sesuai dengan hasil peninjauan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di mana pada hari pertama pembukaan kantor lonjakkan kendaraan pribadi sangat signifikan.

"Sejauh ini jumlah penumpang kendaraan umum masih rendah, bisa dibilang tidak padat. Lalu lintas lebih padat karena banyak yang menggunakan kendaraan pribadi," kata Anies

Dalam upaya mengurai kepadatan tersebut, Ditlantas Polda Metro Jaya menyebut telah melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas. Salah satunya yakni memberlakukan kembali contra-flow di Tol Dalam Kota.

Baca juga: Begini Penjelasan Anies Soal Ganjil Genap Motor dan Mobil

Suasana kendaraan terjebak macet di Jl. Gatot Subroto dan Tol Cawang-Grogol di Jakarta Selatan, Senin (8/6/2020). Pada hari pertama  orang masuk kantoran dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Suasana kendaraan terjebak macet di Jl. Gatot Subroto dan Tol Cawang-Grogol di Jakarta Selatan, Senin (8/6/2020). Pada hari pertama orang masuk kantoran dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan.

“Contra flow di toll kota dari arah Cawang menuju Semanggi diaktifkan lagi, (untuk jalur arteri) penempatan personel lalu lintas tetap ada di lapangan, tidak pernah ditarik,” ujar Sambodo.

Tak lupa, para petugas juga kerap mengaktifkan pos pengawasan PSBB untuk menjamin para pengendara mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker, menjaga jarak, dan lain sebagainya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X