Potensi Pertumbuhan Industri Otomotif Nasional di Fase New Normal

Kompas.com - 05/06/2020, 17:41 WIB
Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) meyakini industri dan bisnis otomotif nasional akan menunjukkan geliat yang cukup atraktif saat era kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi virus corona (Covid-19) resmi diberlakukan.

Menurut Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier, hal ini dikarenakan jumlah kelas menengah di Indonesia selaku elemen penting penggerak roda ekonomi nasional terus bertumbuh.

"Berdasarkan laporan Bank Dunia, jumlah kelas menengah kita di 2018 menembus 30 persen dari populasi. Kemudian naik mendekati separuh populasi yang mencapai 115 juta penduduk di 2019. Jadi, perkembangan jumlah kelas menengah ini sangat baik," katanya kepada Kompas.com, Kamis (4/6/2020).

Baca juga: Skenario Pemulihan Industri Otomotif, Butuh 2 Tahun untuk Normal

Penjualan mobil yang dilakukan di salah satu pusat perbelanjaan di Manila, Filipina.Nikkei Penjualan mobil yang dilakukan di salah satu pusat perbelanjaan di Manila, Filipina.

"Sementara rasio kepemilikan kendaraan bermotor roda empat di Indonesia masih relatif rendah, yaitu sekitar 87 kendaraan per 1.000 penduduk. Maka, masih ada potensi yang besar sehingga diharapkan new normal dapat merangsangnya," jelas Taufiek.

Meski demikian, Taufiek mengakui bahwa butuh waktu yang cukup panjang untuk industri otomotif kembali ke keadaan normalnya, atau penjualan mobil di atas 1 juta unit dan penjualan sepeda motor 6 juta unit per tahun.

"Pandemi ini secara umum berdampak cukup signifikan terhadap industri otomotif nasional. Rencana penerapan kebijakan new normal di beberapa wilayah Indonesia diharapkan bisa mempercepat pemulihan ekonomi di tengah situasi ini sehingga produktivitas dan daya saing industri otomotif dapat pulih kembali," kata dia.

Baca juga: 10 Merek Terlaris April 2020, Mencoba Bertahan di Tengah Pandemi

Adapun waktu yang diperlukan untuk industri otomotif pulih, tergantung pada seberapa cepat pemulihan untuk pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Sebab, kecepatan pemulihan di sektor ini sejalan dengan pemulihan pada sektor rill (daya beli masyarakat).

"Berdasarkan asumsi kami, sektor otomotif diharapkan dapat kembali normal antara satu sampai dua tahun," ujar Taufiek.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X