Mengencangkan Baut di Motor Ada Batasnya

Kompas.com - 26/05/2020, 12:42 WIB
Rangka baru full custom dinilai lebih amam ketimbang memakai sasis asli sepeda. Foto: BikeExifRangka baru full custom dinilai lebih amam ketimbang memakai sasis asli sepeda.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski terlihat sepele tingkat kekencangan baut di sepeda motor sangat penting. Sebab kekencangan tiap baut sebetulnya tidak sama, tergantung bagian-bagiannya.

Benny Saputra, pemilik bengkel aksesori dan modifikasi motor One3 Motoshop yang kerap menerima servis motor gede tipe sport, mengatakan, tingkat kekencangan baut sangat terasa jika membongkar mesin.

Baca juga: Apa Hebatnya Motor Listrik Gesits Milik Jokowi yang Dibeli Putra Hary Tanoe?

"Sebab baut ada batasnya, supaya tidak terlalu kendur atau kencang. Dampak paling besar kalau merakit mesin, kalau torsinya salah atau urutan masang bautnya salah getaran mesinnya nanti bisa beda," katanya kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Pastikan baut pada mesin masih tersegel atau belum rusak Pastikan baut pada mesin masih tersegel atau belum rusak

Benny mengatakan, bahkan sampai urutan membuka dan memasang baut sebetulnya berpengaruh. Misalkan di buku panduan harus buka dari urutan 1, 2, 3 dan seterusnya, maka itu yang harus dilakukan.

"Kalau motor sudah launching, semuanya sebetulnya ada di workshop manual. Waktu kita beli motor kan kita dapat owners manual, servis manual dan workshop manual, bahkan kini itu bisa diunduh," katanya

Asep Suherman, Kepala Bengkel Honda, AHASS Daya Motor Cibinong dan Megamendung, Bogor, mengatakan, pada dasarnya yang mengencangkan baut pun ada batasnya tidak bisa asal.

Baca juga: Britten V1000 Motor Segmented Canggih di Zamannya

Box menyerupai mesin motor klasikStanly/Otomania Box menyerupai mesin motor klasik

"Sebab torsi (tingkat kekencangan) tiap baut sebetulnya sudah ditentukan oleh pabrikan (khusus Honda) di buku pedoman reparasi (BPR Honda)," katanya.

Herman mengatakan, tingkat kekencangan baut sengaja dibuat berbeda-beda agar baut tetap kuat menopang bagian-bagian bergetar. Sebab bisa saja baut jadi longgar dan copot karena tak kuat menahan getaran .  

"Jika kita mengencangkan baut tidak sesuai torsinya pasti ada dampaknya. Jika terlalu berlebih torsinya akan membuat baut tersebut aus atau slek, bahkan bisa patah saat pengencangan," katanya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X