Tilang Elektronik Jakarta Dihentikan Sementara

Kompas.com - 26/05/2020, 08:22 WIB
Kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) terpasang di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/1/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menerapkan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk pengendara sepeda motor di sepanjang Jalan Sudirman - MH Thamrin dan jalur koridor 6 Trans-Jakarta Ragunan-Dukuh Atas mulai awal Februari 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
  *** Local Caption *** 
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAKamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) terpasang di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/1/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menerapkan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk pengendara sepeda motor di sepanjang Jalan Sudirman - MH Thamrin dan jalur koridor 6 Trans-Jakarta Ragunan-Dukuh Atas mulai awal Februari 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj. *** Local Caption ***

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Menurunnya kepadatan volume jalan karena pandemi virus corona dan berlakunya aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) di Jakarta, membuat tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement ( ETLE) di Jakarta berhenti untuk sementara.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar, mengatakan, tilang elektronik dihentikan sementara lantaran pihaknya tengah fokus menjalankan operasi kemanusiaan, yakni Operasi Ketupat Jaya 2020.

“Kami kedepankan di sini tindakan-tindakan yang preemtif dan preventif saja. Tapi bukan berarti tidak ada tilang. Tilang tetap dilakukan, terutama tilang manual,” ujar Fahri, dalam konferensi video (22/5/2020).

Baca juga: Berbahayakah Tinggalkan Hand Sanitizer di Kabin Mobil?

 

Sejumlah sepeda motor yang berhenti di lampu mereah terpantau kamera CCTV yang dipasang Polda Maluku, Rabu (19/2/2020)HUMAS POLDA MALUKU Sejumlah sepeda motor yang berhenti di lampu mereah terpantau kamera CCTV yang dipasang Polda Maluku, Rabu (19/2/2020)

“Tapi kami fokuskan pada pelanggaran yang berpotensi terhadap kecelakaan lalu lintas, misalkan balap liar. Tapi kalau pelanggaran seperti safety belt, termasuk juga tidak menggunakan helm, saat ini memang kami lakukan imbauan-imbauan,” katanya.

Meski tidak dipantau secara terus menerus, seperti halnya sistem tilang elektronik. Polisi meminta masyarakat pro aktif dan sadar akan bahaya dari melanggar aturan.

“Kami harap timbul kesadaran masyarakat. Tidak hanya mematuhi ketentuan PSBB, tapi juga mematuhi ketentuan Lalu Lintas,” ucap Fahri.

Baca juga: Arus Mudik 2020, Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta

 

Petugas kepolisian dari direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyosialisasikan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk kendaraan roda dua atau motor di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). Untuk saat ini sistem ETLE untuk pengendara sepeda motor fokus pada penindakan tiga pelanggaran, yakni penggunaan helm, menerobos traffic light, dan melanggar marka jalan. Penerapan aturan tersebut telah resmi diberlakukan mulai Sabtu (1/2/2020).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas kepolisian dari direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyosialisasikan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk kendaraan roda dua atau motor di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). Untuk saat ini sistem ETLE untuk pengendara sepeda motor fokus pada penindakan tiga pelanggaran, yakni penggunaan helm, menerobos traffic light, dan melanggar marka jalan. Penerapan aturan tersebut telah resmi diberlakukan mulai Sabtu (1/2/2020).

Fahri juga mengatakan, selain meniadakan ETLE, pihaknya juga belum memberlakukan kebijakan aturan ganjil genap.

Sesuai dengan diperpanjangnya status PSBB Jakarta hingga 4 Juni mendatang, ganjil genap disebut mengikuti waktu dari regulasi tersebut.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X