Fatalitas Kecelakaan Justru Semakin Tinggi Saat Jalan Kosong

Kompas.com - 11/05/2020, 13:02 WIB
Suasana jalanan lengang kota Jakarta di Jalan Gatot Subroto, Selasa (31/3/2020). Suasana jalanan Jakarta lengang tampak sepi dibandingkan hari biasa karena sebagian warga telah menerapkan bekerja dari rumah guna menekan penyebaran virus corona atau COVID-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana jalanan lengang kota Jakarta di Jalan Gatot Subroto, Selasa (31/3/2020). Suasana jalanan Jakarta lengang tampak sepi dibandingkan hari biasa karena sebagian warga telah menerapkan bekerja dari rumah guna menekan penyebaran virus corona atau COVID-19.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tingkat fatalitas atau tingkat keparahan kecelakaan lalu lintas, ternyata tidak dipengaruhi oleh kepadatan lalu lintas.

Sebaliknya, tingkat keparahan ini justru terjadi saat kondisi jalanan lengan atau seperti seperti saat ini seperti saat ini.

Hal ini salah satunya disebabkan karena sepinya lalu lintas mendorong pengendara memacu kendaraannya melebihi batas kecepatan.

Sehingga, jika terjadi kelengahan bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas yang cukup parah.

Baca juga: Kendaraan Jarang Dipakai tapi Ban Jadi Kempis, Ini Penyebabnya

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, di masa pandemi Corona, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) dan adanya larangan mudik membuat jumlah kecelakaan menurun.

Ilustrasi kecelakaan mobil.SHUTTERSTOCK Ilustrasi kecelakaan mobil.

“Memang kuantitas kecelakaan lalu lintas menurun, tetapi fatalitas kecelakaan naik,” katanya saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Maka dari itu, Sambodo pun mengimbau kepada seluruh pengendara agar tetap berhati-hati saat berkendara.

Meskipun kondisi jalanan sedang lengang bukan berarti bisa memacu kendaraannya melebihi batas kecepatan yang diperbolehkan.

Baca juga: Selama PSBB, Kendaraan yang Kebut-kebutan di Jalan Raya Bakal Disita

“Imbauannya kepada pengendara walaupun sepi jangan melanggar batas kecepatan,” ujarnya.

Pada kesempatan berbeda, Training Director The Real Driving Center ( RDC) Marcell Kurniawan mengatakan, bahwa memacu kendaraan melebihi batas kecepatan sangat berisiko.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X