Mitos atau Fakta, Isi Bensin Penuh Bisa Bikin Tangki Kendaraan Awet?

Kompas.com - 11/05/2020, 12:02 WIB
Petugas SPBU Shell mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Shell V-Power ke mobil BMW 520i Luxury saat acara flag-off dari BMW Driving Experience di SPBU Shell, Jalan Gatot Subroto, Menteng Dalam, Jakarta, Senin (12/3/2018). Program BMW Driving Experience merupakan kegiatan untuk menempuh lima kota besar sejauh 900 kilometer dengan mengendarai BMW Seri 5, salah satunya BMW 520i Luxury yang memiliki mesin 4-silinder BMW TwinPower Turbo serta memakai bahan bakar berkualitas. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPetugas SPBU Shell mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Shell V-Power ke mobil BMW 520i Luxury saat acara flag-off dari BMW Driving Experience di SPBU Shell, Jalan Gatot Subroto, Menteng Dalam, Jakarta, Senin (12/3/2018). Program BMW Driving Experience merupakan kegiatan untuk menempuh lima kota besar sejauh 900 kilometer dengan mengendarai BMW Seri 5, salah satunya BMW 520i Luxury yang memiliki mesin 4-silinder BMW TwinPower Turbo serta memakai bahan bakar berkualitas.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap pemilik kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor mempunyai pilihan yang berbeda saat akan mengisi bahan bakar minyak ( BBM).

Ada yang mengisi sampai tangki penuh, tetapi tidak sedikit pula yang hanya mengisi bensin secukupnya saja.

Jumlah bahan bakar yang ada di dalam tangki ternyata dipercaya bisa mempengaruhi tingkat keawetan tempat penampung bahan bakar itu sendiri.

Baca juga: Selama PSBB, Kendaraan yang Kebut-kebutan di Jalan Raya Bakal Disita

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Jakarta Selatan, Suparna mengatakan, saat mengisi bensin sebaiknya hingga penuh.

Dengan jumlah bensin yang penuh di dalam tangki, maka akan menghambat terjadinya kondensasi di dalam tangki yang bisa menyebabkan kerusakan.

Tangki motor berkaratFoto: Otomania.gridoto.com Tangki motor berkarat

“Biar aman untuk kendaraan yang berbahan bakar bensin, cukup isi penuh, makin penuh makin bagus. Karena saat tangki penuh maka udara di dalam tangki juga akan lebih sedikit atau tidak ada,” ujar Suparna saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Tapi, Suparna menambahkan, jika kondisi tangki bahan bakar kosong maka udara yang ada di dalam tangki akan terkondensasi.

“Kalau kosong maka udara yang ada di dalam tangki itu, saat malam dan pagi suhunya dingin akan terkondensasi, mengembun dan jadi air," katanya.

Baca juga: Mobil Bekas dari Pabrikan Eropa yang Dijual Rp 50 Jutaan

Semakin banyak udara yang ada di dalam tangki, maka proses kondensasi akan terjadi juga akan semakin cepat.

Hal ini dikarenakan udara penyebab pengembunan juga semakin banyak di dalam tangki, terlebih jika suhunya turun terus atau semakin dingin.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X