Imbas Pandemi, Laju Industri Otomotif Melambat 40 Persen

Kompas.com - 11/04/2020, 09:02 WIB
Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri otomotif nasional memperkirakan pertumbuhan kendaraan bermotor di pasar domestik akan mengalami perlambatan hingga 40 persen, imbas pandemi virus corona.

Terlebih, saat ini hampir seluruh produsen dalam negeri melakukan pemberhentian produksi dan penjualan langsung (diler) secara sementara pasca-penerapan pembatasan sosial berskala besar alias PSBB Jakarta.

Berdasarkan proyeksi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo), penjualan mobil akan menyusut lebih dari 400.000 unit dari target yang sudah ditetapkan pada awal 2020.

Baca juga: Mobil Pribadi dan Motor Melanggar PSBB Jakarta, Denda Rp 100 Juta

Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.

"Asumsi tahun ini kita mengalami sedikit pertumbuhan walau pasar cenderung flet, yaitu 1,1 juta unit. Namun melihat keadaan sekarang, pasar berat, prediksi sementara akan mencapai 600 ribu (turun sekitar 40 persen)," kata Ketua I Gaikindo, Jongkie D Sugiarto saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Adapun perkiraan pasar kembali pulih, Jongkie belum bisa memastikannya. Namun optimisme anggota akan tetap menyala untuk bisa berkontribusi terhadap perekonomian RI.

Sementara pada pasar roda dua, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia ( AISI) memperkirakan penurunan yang terjadi berkisar di antara 25 persen sampai 30 persen.

"Menurut perhitungan pengurus saat ini, diproyeksikan bahwa sampai akhir tahun kira-kira pasar domestik akan terkoreksi 25-30 persen dibanding tahun sebelumnya," ucap Sekretaris Jenderal (Sekjen) AISI Hari Budianto.

Baca juga: Penjualan Mobil Turun, Kemenperin Singgung Dampak Virus Corona

Ekspor motor Honda di kuartal pertama 2018 melonjak.ISTIMEWA Ekspor motor Honda di kuartal pertama 2018 melonjak.

Asosiasi yang beranggotakan Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan TVS ini memiliki target penjualan 2020 sebanyak 6,4 juta unit atau sama dengan pencapaian di 2019. Apabila ada penurunan hingga 30 persen, maka realisasi yang diharapkan tahun ini ialah sekitar 4,4 juta unit.

"Penjualan Januari-Februari 2020 itu ada sedikit penurunan karena faktor awal tahun, yakni sekitar 8 persen. Kemudian, pada Maret 2020 gejolaknya semakin terasa sejak pernyataan virus corona pertama kali dimunculkan oleh pemerintah," kata Hari.

"Cukup sulit sebenarnya untuk berbicara pasti tentang pasar, tapi kami harap pandemi cepat berlalu. Kami pun bersedia untuk support bila diminta pemerintah, sesuai kapasitas kami," lanjutnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X