Pengawasan Kendaraan Pemudik Tak Hanya Sebatas Pelat Nomor

Kompas.com - 29/04/2020, 10:12 WIB
Polisi melakukan himbauan kepada penumpang yang melewati jalan tol Jakarta-Cikampek di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan 24 April 2020 pukul 00.00 WIB. Polda Metro Jaya melarang kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang keluar dari wilayah Jabodetabek. Pemeriksaan dan penyekatan kendaraan tersebut akan dilakukan di 18 titik pos pengamanan terpadu dan pos-pos check point di jalur tikus dan perbatasan. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPolisi melakukan himbauan kepada penumpang yang melewati jalan tol Jakarta-Cikampek di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan 24 April 2020 pukul 00.00 WIB. Polda Metro Jaya melarang kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang keluar dari wilayah Jabodetabek. Pemeriksaan dan penyekatan kendaraan tersebut akan dilakukan di 18 titik pos pengamanan terpadu dan pos-pos check point di jalur tikus dan perbatasan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengawasan kendaraan yang hendak melakukan kegiatan mudik melalui pos pengamanan (pospam) terpadu dilakukan beberapa tahap.

Mulai pemeriksaan kartu tanda penduduk (KTP), kelengkapan surat berkendara, surat tugas (bagi karyawan), muatan dan jumlah penumpang, hingga pelat nomor kendaraan.

"Pemeriksaannya menyeluruh. Jadi meski pelat nomornya daerah kalau dia punya surat tugas untuk kerja kami persilahkan lewat," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat dihubungi Kompas.com, Selasa (28/4/2020).

Baca juga: Akses Keluar Masuk Jabodetabek untuk Kendaraan Pribadi Ditutup 7 Mei 2020

Petugas melakukan pemeriksaan di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan pemerintah mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Petugas melakukan pemeriksaan di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan pemerintah mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.

Sebaliknya, bila pelat nomor kendaraan yang digunakan bukan dari wilayah Jabodetabek dan pengemudi beralasan hanya untuk antar saudara atau pulang ke rumah, namun muatan yang dibawa sangat banyak dan ada indikasi mudik, maka petugas akan meminta untuk putar balik.

"Tidak mungkin kan hanya antar saudara masuk atau ke luar wilayah Jabodetabek tapi bawa koper banyak dan keluarga lengkap. Atau dia beralasan kerja, tapi di bagasinya ada 4-5 koper. Pengemudi seperti itu kita suruh putar balik," kata Yusri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi pengawasannya tidak hanya sebatas pelat nomor, tetapi keseluruhan," kata dia.

Baca juga: Catat, Ini Kriteria Pengguna Kendaraan yang Boleh Mudik

Sejumlah kendaraan melaju di tol Jakarta - Cikampek menuju Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat kenaikan volume arus kendaraan keluar dari Jakarta melalui Pintu Tol Cikampek Utama sebanyak 7.044 kendaraan atau 27 persen jelang pemberlakuan kebijakan larangan mudik mulai Jumat 24 April pukul 00.01 WIB.ANTARA FOTO/MUHAMAD IBNU CHAZAR Sejumlah kendaraan melaju di tol Jakarta - Cikampek menuju Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat kenaikan volume arus kendaraan keluar dari Jakarta melalui Pintu Tol Cikampek Utama sebanyak 7.044 kendaraan atau 27 persen jelang pemberlakuan kebijakan larangan mudik mulai Jumat 24 April pukul 00.01 WIB.

Untuk diketahui, pemerintah resmi melarang mudik tahun ini guna mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 semakin meluas.

Regulasi ini tertuang pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pembatasan Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X