Pilih Masker yang Tepat untuk Berkendara Saat PSBB

Kompas.com - 27/04/2020, 03:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Menggunakan masker sudah menjadi mandatory alias wajib selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlangsung. Bagi pengendara motor, memilih masker juga harus pas, jangan sampai justru mengganggu konsentrasi.

Meskipun imbauan di rumah aja tetap berlaku, tetapi ada saatnya harus keluar rumah berkendara sepeda motor. Regulasinya mengatur agar pemotor bisa tetap berkendara, wajib menggunakan masker dan sarung tangan.

Selain itu, pengendara motor masih boleh membonceng satu orang dengan syarat memiliki alamat KTP sama. 

Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana Makmur Sejati (WMS), akan memberikan tips mengenai pemilihan masker yang nyaman dan aman untuk berkendara saat PSBB.

Baca juga: Imbas Corona, Ini Deretan Mobil Baru yang Gagal Meluncur di GIIAS 2020

Petugas kepolisian memeriksa pengendara motor yang berpenumpang saat penerapan PSBB di perbatasan Jakarta - Depok, Depok, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Pemeriksaan tersebut untuk memastikan setiap pengendara mematuhi aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di Kota Depok.ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA Petugas kepolisian memeriksa pengendara motor yang berpenumpang saat penerapan PSBB di perbatasan Jakarta - Depok, Depok, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Pemeriksaan tersebut untuk memastikan setiap pengendara mematuhi aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di Kota Depok.

“Pilihlah masker kain dengan bahan yang nyaman, dapat menyerap keringat, dan tidak terlalu tebal,” ucap Agus kepada Kompas.com, Minggu (26/4/2020).

Mengingat ketika menggunakan helm, kepala menjadi lebih panas, apalagi jika berkendara di siang hari. Oleh karena itu, pemilihan masker yang nyaman tidak akan mengganggu konsentrasi ketika berkendara.

“Selanjutnya, pastikan tali pengikat masker tidak mengganggu kenyamanan telinga pengendara. Bisa gunakan masker dengan tali dari karet, agar lebih nyaman,” kata Agus.

Baca juga: Bus AKAP di Ambang Kehancuran, Efeknya dari Agen Tiket sampai Restoran

Agus juga mengatakan, ketika memakai masker, usahakan hanya menutup bagian hidung dan mulut. Jangan sampai terlalu tinggi agar pandangan mata tetap nyaman saat berkendara. Namun bagi pengendara yang berkacamata, menggunakan masker bisa membuat lensa berembun.

“Agar lensa kacamata tidak berembun, bisa menyelipkan masker di bawah bagian kacamata. Bisa juga dengan melonggarkan kacamata ke depan, jadi tidak terlalu denkat dengan mata,” ujar Agus.

Terakhir, Agus menyarankan agar mengganti masker jika sudah dikenakan selama empat jam terus menerus. Hal ini merupakan anjuran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Jadi bagi bikers, sebaiknya memiliki masker cadangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.