Ancaman Virus Corona, Pabrikan Otomotif Nasional Mulai Batasi Perjalanan Luar Negeri

Kompas.com - 03/03/2020, 14:44 WIB
Uni Eropa menuntut persamaan perlakuan, mengadu ke WTO. www.theinformationcompany.neUni Eropa menuntut persamaan perlakuan, mengadu ke WTO.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pabrikan otomotif di dalam negeri mulai meningkatkan kewaspadaan akan penyebaran wabah virus corona atau Covid-19 pasca pengumuman oleh Presiden RI Joko Widodo pada Senin (3/3/2020).

Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, mengatakan bahwa saat ini pihak Honda Indonesia mulai mengurangi perjalanan ke maupun dari luar negeri.

"Usai pengumuman dua warga negara Indonesia (WNI) positif terkena virus corona, kami membuat berbagai tindakan pencegahan di internal," katanya saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Baca juga: Bisakah Corona Virus Menular Melalui Sirkulasi Udara Kabin Mobil?

Petugas apotek memasang tanda stok masker habis, di kawasan pusat penjualan obat-obatan dan alat kesehatan Tarandam, Padang, Sumatera Barat, Selasa (3/3/2020). Petugas apotek mengaku stok masker dan Hand Sanitizer sudah habis sejak Senin (2/3/2020) menyusul wabah virus Corona 19 yang mulai masuk Indonesia.ANTARA FOTO/IGGOY EL FITRA Petugas apotek memasang tanda stok masker habis, di kawasan pusat penjualan obat-obatan dan alat kesehatan Tarandam, Padang, Sumatera Barat, Selasa (3/3/2020). Petugas apotek mengaku stok masker dan Hand Sanitizer sudah habis sejak Senin (2/3/2020) menyusul wabah virus Corona 19 yang mulai masuk Indonesia.

"Satu di antaranya kami batasi perjalanan bisnis. Kalau bisa mengunakan telekonfrensi, kita lakukan seperti itu namun tergantung kepentingannya seperti apa juga," ujar Billy.

Hal sama juga dilakukan pihak PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku produsen roda empat terbesar di Indonesia. Kini, penjagaan akan kesehatan seluruh karyawan tengah diperketat.

"Di kantor ada pengecekan shubu badan sebelum masuk. Kemudian, perjalanan dinas khususnya keluar negeri saat ini diimbau untuk ditinjau atau bisa menggunakan teleconference," ujar Marketing Director TAM, Anton Jimmy Suwandy.

Baca juga: Corona Mulai Menjangkit, Ojek Online Diminta Sediakan Masker Gratis

Petugas sekolah memeriksa suhu tubuh siswa menggunakan termometer non kontak saat sosialisasi di Sekolah Tunas Global, Depok, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020). Kegiatan tersebut sebagai upaya antisipasi Virus Corona pada usia dini dengan mengukur suhu tubuh saat memasuki sekolah dan mensosialisasi penggunaan masker yang benar saat sakit.ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA Petugas sekolah memeriksa suhu tubuh siswa menggunakan termometer non kontak saat sosialisasi di Sekolah Tunas Global, Depok, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020). Kegiatan tersebut sebagai upaya antisipasi Virus Corona pada usia dini dengan mengukur suhu tubuh saat memasuki sekolah dan mensosialisasi penggunaan masker yang benar saat sakit.

"Kalau di kami, pada dasarnya perjalanan dinas ke luar negeri sudah dibatasi beberapa waktu lalu. Bukan hanya ke Jepang saja, tapi semua negara baik itu manajemen atau karyawan," kata Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra.

Selain itu, pabrikan otomotif juga mulai memperhatikan seluruh tamu yang berkunjung ke kantor atau pabrik. Supaya, pencegahan penyebaran virus optimal.

"Kami juga banyak melakukan sosialisasi kepada karyawan tentang virus corona dan pencegahannya dengan cara hidup sehat. Terkait pengaruhnya terhadap bisnis sendiri, kita masih memantau," kata Billy.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X