Motor Mogok Akibat Banjir, Jangan Langsung Nyalakan Mesin

Kompas.com - 08/02/2020, 12:08 WIB
Kondisi Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (7/2/2020). Sejak Minggu (2/2/2020), banjir akibat luapan sungai menggenangi wilayah permukiman penduduk. KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍKondisi Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (7/2/2020). Sejak Minggu (2/2/2020), banjir akibat luapan sungai menggenangi wilayah permukiman penduduk.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com- Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta menyebabkan terjadinya banjir di sejumlah wilayah pada Sabtu (8/2/2020) pagi.

Sejumlah pengendara sepeda motor pun terjebak banjir dan tidak bisa melanjutkan perjalanan lantaran tingginya genangan air.

Tetapi tidak sedikit pula pemotor yang nekat menerjang banjir dan akhirnya motor mogok. Pada kondisi ini banyak pengendara yang mencoba menyalakan sepeda motornya.

Padahal, cara tersebut justru tidak dibenarkan dan bisa membuat motor mengalami kerusakan yang lebih parah.

Menurut Technical Service Division PT Astra Honda Motor, Endro Sutarno motor yang macet setelah menerjang banjir sebaiknya tidak langsung dihidupkan.

“Jangan langsung mencoba menghidupkannya, dikhawatirkan kalau baterai atau komponen kelistrikan motor masih banyak air. Sehingga saat dinyalakan, air bisa masuk ke sistem mesin ini tentu akan menyebabkan masalah,” ujar Endro kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Pengguna Sepeda Motor Jangan Sembarangan Terjang Banjir

Ilustrasi Motor yang Kebanjiran.KOMPAS.com/M LUKMAN PABRIYANTO Ilustrasi Motor yang Kebanjiran.

Selain potensi kerusakan tersebut, Endro menambahkan, air banjir bisa juga bercampur dengan oli mesin. Kondisi ini tentunya akan berdampak pada sirkulasi pelumasan pada mesin sepeda motor.

“Kalau pemilik kendaraan mempunyai kemampuan, bisa dilakukan pemeriksaan komponen sendiri. Mulai dari bagian kelistrikan, saringan udara, busi, knalpot, baterai, sampai karburator jika motornya belum injeksi,” katanya.

Tetapi, lanjutnya, jika memang tidak memiliki pengetahuan mengenai mesin dan kelistrikan sebaiknya langsung dibawa ke bengkel resmi terdekat. Hal ini untuk menghindari kerusakan yang lebih parah jika terus dipaksa dinyalakan.

Baca juga: Jakarta Banjir Lagi, Pengguna Motor Mulai Masuk Jalan Tol

Terpisah, Analyst Technical Service Honda Sales Operation Jakarta Center, Rangga Noviar mengatakan, bercampurnya oli dengan air bisa dideteksi dari warna oli kendaraan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.