Kompas.com - 20/01/2020, 11:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hampir setiap hari mendengar ada kecelakaan truk, baik itu sifatnya tunggal maupun yang melibatkan kendaraan lain. Hal ini tentu meresahkan masyarakat, termasuk juga dengan pihak Aptrindo (Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia).

Kyatmaja Lookman, Wakil Ketua Umum Aptrindo, mengatakan ada 3 faktor utama yang menjadi penyebab kecelakaan. Faktor manusia, kendaraan, dan geometri jalan.

Baca juga: Cegah Insiden, Rest Area Harus Punya Parkiran Khusus Truk dan Bus

"Faktor manusia itu menduduki peringkat pertama, karena 60 persen sampai dengan 70 persen kecelakaan itu disebabkan human error," ujar Kyatmaja, saat dihubungi Kompas.com, Senin (20/1/2020)..

Kecelakaan truk tanah yang menimpa sebuah mobil Daihatsu Sigra di Jalan Imam Bonjol, Kota Tangerang, Kamis (1/8/2019). Dalam peristiwa ini, 4 orang tewas, dan satu orang balita selamat.Instagram Kecelakaan truk tanah yang menimpa sebuah mobil Daihatsu Sigra di Jalan Imam Bonjol, Kota Tangerang, Kamis (1/8/2019). Dalam peristiwa ini, 4 orang tewas, dan satu orang balita selamat.

Kyatmaja menambahkan, jika kendaraan dan geometri jalan posisinya setelah faktor manusia. Walaupun, sebenarnya tidak kalah penting juga.

"Kecelakaan yang disebabkan manusia biasanya karena manajemen waktu berkendara, sehingga mengantuk. Kemudian masalah skill, knowledge, dan attitude," kata Kyatmaja.

Berdasarkan segi kendaraan, menurutnya, banyak truk yang tidak layak atau tidak terdata oleh pihak Korlantas atau memiliki surat-surat atau dokumen yang lengkap. Jadi, kelaikannya dipertanyakan. Belum lagi ditambah overloading dan over dimension.

Terakhir, masalah geometri jalan, Kyatmaja menyebutkan bahwa banyak kecelakaan yang disebabkan karena rem blong, khususnya di daerah pegunungan.

Sebab, banyak turunan tajam dan menerus, maka komponen kendaraan jadi tidak maksimal. Hal ini tentu kembali lagi pada faktor kendaraan, bagaimana perawatan dan kelaikannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.