Cegah Insiden, Rest Area Harus Punya Parkiran Khusus Truk dan Bus

Kompas.com - 20/01/2020, 07:22 WIB
Rem blong, sebuah truk boks pengangku barang dengan nomor polisi B 9766 UO mengalami kecelakaan di Rest Area Km 97 Ruas Tol Cipularang, Jumat (17/1/2020) pukul 16.15 WIB. Tangkapan layar InstagramRem blong, sebuah truk boks pengangku barang dengan nomor polisi B 9766 UO mengalami kecelakaan di Rest Area Km 97 Ruas Tol Cipularang, Jumat (17/1/2020) pukul 16.15 WIB.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Akibat rem blong, truk kontainer dengan nomor polisi B 9766 UO terguling di rest area KM 97B Cipularang, Jumat (17/1/2020) lalu.

Diketahui, sopir yang tak memiliki SIM tersebut hilang kendali, dan membuat tujuh mobil pengujung yang sedang parkir mengalami kerusakan.

Terlepas dari masalah klasik soal rem blong, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengatakan ada satu pelajaran lagi dari kejadian tersebut, khususnya bagi pengelola jalan tol atau rest area.

Baca juga: Mobil Bekas Usia 10 Tahun ke Atas yang Paling Banyak Dicari

"Secara desain, kita tahu KM97 itu berada di jalur yang akan menurun, space rest area-nya juga tidak terlalu besar. Harusnya, mungkin diberikan peringatan awal bagi kendaraan yang akan masuk, seperti garis kejut dari sebelum masuk sampai akan masuk, atau sesuatu yang memaksa pengendara benar-benar memperlambat kendaraan," ujar Jusri kepada Kompas.com, Minggu (19/1/2020).

Truk trailer terguling di rest area KM 97 Cipularang Truk trailer terguling di rest area KM 97 Cipularang

Selain itu, Jusri juga menyarankan pihak pengelola rest area atau jalan tol memiliki kantong parkir yang lebih besar. Fungsinya untuk memisahkan lapak parkiran antara truk atau bus dengan mobil pribadi, bahkan bila perlu akses pintu masuk dan keluarnya pun dibedakan.

Baca juga: Selain Rem Blong, Sopir Kontainer yang Terguling Tak Punya SIM

Hal tersebut berguna bukan hanya untuk menghindari kejadian-kejadian tak terduga seperti peristiwa kemarin, tapi juga untuk faktor keselamatan lainnya mengingat truk-truk besar memiliki blind spot yang sangat besar dan berbahaya.

Direktur Utama PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri (JNK), AJ Dwi Winarsa (tengah) turun langsung melihat operasi gabungan kendaraan yang over dimensi dan over load muatan (ODOL) di rest area 626 jalur A ruas tol Ngawi-Kertosono, Kamis (21/11/2019) siang.KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI Direktur Utama PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri (JNK), AJ Dwi Winarsa (tengah) turun langsung melihat operasi gabungan kendaraan yang over dimensi dan over load muatan (ODOL) di rest area 626 jalur A ruas tol Ngawi-Kertosono, Kamis (21/11/2019) siang.

"Ini harus dipertimbangkan, karena kita tahu orang yang mampir ke rest area itu bukan hanya sekadar isi bensin saja, tapi banyak pengendara yang sudah lelah menempuh perjalanan. Artinya, tingkat kewaspadaan bisa menurun dan ada celah untuk terjadi hal-hal yang berisiko," ucap Jusri.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X