Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/12/2019, 10:02 WIB
Penulis Ari Purnomo
|

KOMPAS.com- Kondisi ban serep kadang sering dilupakan oleh para pemilik mobil. Banyak yang hanya menempatkan ban serep di tempat yang sudah ada tanpa melakukan pengecekan dan perawatan.

Padahal keberadaan ban serep sewaktu-waktu dibutuhkan. Sehingga, kondisinya juga harus tetap terjaga, meskipun hanya sebagai ban cadangan saja.

Aftersales Support PT Astra International – PEUGEOT, Samsudin, mengungkapkan, ban serep memang hanya bertugas sebagai ban cadangan. Tak heran jika ban cadangan tersebut jarang mengaspal atau lebih banyak diam di dalam kabin.

Meski begitu, Samsudin menyarankan agar ban serep juga harus dijaga dan dicek kondisinya. Sehingga, jika sewaktu-waktu dibutuhkan bisa langsung digunakan.

Baca juga: Diskon Mobil Murah Akhir Tahun, Tembus Rp 15 Juta

“Pastikan kondisi ban cadangan normal saat disimpan. Jangan gunakan cairan pengkilap karena akan mempengaruhi kualitas ban yang jarang dipakai,” kata Samsudin kepada KOMPAS.com, Kamis (26/12/2019).

Samsudin menambahkan, upayakan menjaga kebersihan dan hindari penggunaan zat kimia untuk sekedar kosmetik belaka. Menurutnya, penggunaan zat kimia justru akan berdampak pada kondisi ban serta pelek.

Ban SerepFoto: Peugeot Ban Serep


“Jika ban tersebut kotor, pastikan cukup dilap dengan kain lap yang kering. Hal ini karena jika menggunakan kain lap basah, air bekas lap sangat mungkin mengendap,” ucapnya.

Kondisi ini, lanjutnya justru bisa menimbulkan karat pada pelek ban serep yang rata-rata gunakan pelat. Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah kondisi dan kualitas ban serep itu sendiri.

“Jika kondisi ban serep sudah hampir tipis dan akan digunakan, pastikan posisi pasangnya wajib di belakang. Hal itu untuk hindari overstering ketika ban depan mendadak bocor atau pecah dijalan,” katanya.

Kemudian, saat mobil menggunakan ban serep yang tidak boleh dilupakan adalah batas kecepatan. Maka mobil dipastikan tidak melaju melebihi batas kecepatan yang disarankan saat menggunakan ban serep.

Baca juga: Harga Motor Sport Retro Yamaha TZM 150 Perlahan Semakin Naik

“Pastikan mobil saat jalan tidak melebihi kecepatan ban yang disarankan oleh ban serep. Tekanan angin juga diperhatikan, jika roda utama menggunakan spefikasi 32 bar, ban serep bisa diisi angin bertekanan hingga 50 bar,” tuturnya.

Hal ini sebagai antisipasi jika tekanan angin ban serep berkurang. Hal ini disebabkan ban lama diam sangat mungkin turun tekanannya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.