Tips Berkendara Aman di Kawasan Pasca-Erupsi

Kompas.com - 31/07/2019, 09:02 WIB
Kondisi kawasan wisata Kawah Ratu yang tertutup abu vulkanik akibat letusan freatik Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2019). Kondisi kawasan wisata Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu pascaletusan freatik pada Jumat (26/7/2019), saat ini tertutup abu vulkanik setebal lima cm sehingga masyarakat umum diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari bibir Kawah Ratu. ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBIKondisi kawasan wisata Kawah Ratu yang tertutup abu vulkanik akibat letusan freatik Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2019). Kondisi kawasan wisata Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu pascaletusan freatik pada Jumat (26/7/2019), saat ini tertutup abu vulkanik setebal lima cm sehingga masyarakat umum diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari bibir Kawah Ratu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu diperbolehkan dibuka pada Kamis (1/8/2019) setelah pengelola menjalankan syarat yang diberikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Kawasan tersebut sempat ditutup akibat erupsi yang terjadi Jumat (26/7/2019) lalu.

Namun, karena beberapa kawasan masih dipenuhi abu vulkanik pasca-erupsi, diharapkan pengemudi agar berhati-hati saat melintas, Sebagaimana dikatakan Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana.

"Pada kondisi tersebut, tentu jarak pandang akan terbatas. Guna memudahkan penglihatan, jadikan objek statis sebagai penunjuk jalan seperti pohon, tiang listrik, dan sebagainya," katanya saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Pengendara juga harus mengurangi kecepatan hingga dua kali lipat dari keadaan normal. Supaya, ketika melintas di jalan yang berlubang atau berbeda level, kendaraan tetap terjaga dan mudah dikendalikan.

Baca juga: Ridwan Kamil: Tangkuban Parahu Buka Kamis Pagi, dengan Syarat...

"Jangan pula egois dan abai terhadap kesehatan lingkungan dan orang sekitar. Bila memang ada wilayah yang masih tebal (level abunya) sebisa mungkin hindari," ujar Sony.

Tak lupa juga bagi pengendara sepeda motor untuk menggunakan perlengkapan berkendara lengkap. Sedangkan bagi yang menggunakan mobil, sediakan air mineral dan peralatan yang sekiranya diperlukan saat kondisi mendesak atau toolkit.

Setelah berkendara di kawasan pasca-erupsi, pengendara juga harus memperhatikan tunggangannya kembali. Bersihkan debu-debu yang menempel secepat mungkin.

"Khususnya untuk pengendara mobil, cek kembali bagian radiator. Karena jika tersumbat oleh debu bisa menyebabkan kendaraan overheat. Jadi baiknya jangan tunggu-tunggu untuk membersihkan kendaraan," kata Sony lagi.

"Itu konsekuensinya. Kalau tidak mau, ya jangan berkendara di kawasan tersebut hingga pengelola selesai membenahinya," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X