BBNKB Naik, DFSK Masih Yakin Bisa Jualan

Kompas.com - 27/06/2019, 18:02 WIB
DFSK Glory 560 di Telkomsel IIMS 2019 DFSK Glory 560 di Telkomsel IIMS 2019
Penulis Stanly Ravel
|

SERANG, KOMPAS.com - Sebagai pemain baru yang sedang merintis, DFSK ikut memberikan komentar soal wacana kenaikan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di DKI Jakarta. Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengusulkan BBNKB naik 2,5 persen menjadi 12,5 persen, bahkan dijadwalkan penetapannya berlaku tahun ini.

Menurut Marketing General Manager PT Sokonindo Automobile Permata Islam, DFSK sudah mendengar dan sampai saat ini menunggu soal keputusannya. Apabila memang naik, maka akan dipikirkan langkah selanjutnya, apakah akan ada penyesuaian harga terhadap produk atau tidak.

"Bicara saat ini, kita masih menggunakan harga lama. Kita sudah dengar dan apapun keputusannya nanti pasti akan kita support. Apakan ada penyesuaian atau tidak, kita masih studi, artinya bisa saja kita naikan atau justru kita berikan subsidi kita lihat tanggal mainnya," kata pria yang akrab disapa Arta kepada wartawan di Serang, Banten, Kamis (27/6/2019).

Baca juga: YLKI Anggap Kenaikan BBNKB di DKI Tidak Tepat

Menurut Arta, secara kontribusi Jakarta memang menjadi salah satu pangsa pasar besar bagi DFSK. Melihat dari segi wilayah keseluruhan yang mencakup area Jabodetabek, angka kontribusinya mencapai 40 persen lebih.

Ubahan pelek DFSK Sokon Glory 580STANLY RAVEL Ubahan pelek DFSK Sokon Glory 580

Saat ditanya apakah bila tarif BBNKB naik akan berdampak pada turunya penjualan, Arta menjelaskan hal tersebut belum sepenuhnya benar. Kondisi ini dilatari adanya anggapan bila bila mobil atau kendaraan lainnya sudah menjadi sebuah kebutuhan.

"Tidak juga ya, logika saat ini kendaraan seperti menjadi kebutuhan masyarakat. Ambil contoh barang konsumsi lain, bila ada kenaikan harga tapi harus tetap dikonsumsi otomatis tetap digunakan. Tapi balik lagi, kita lihat bagaimana reaksi pasarnya, kami bicara saat ini mewakili DFSK sendiri buka masyarakat, yang pasti kami akan studi soal kebijakan tersebut," jelas Arta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X