Bulan Depan Regulasi Ojek "Online" Terbit

Kompas.com - 19/02/2019, 07:22 WIB
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjanjikan bahwa regulasi ojek online (ojol) akan selasai dan siap terbit pada Maret 2019. Saat ini, proses perumusan masih berlangsung dalam menyiapkan regulasinya.

"Kita perkirakan aturan ini akhir Maret, karena kira-kira minggu kedua atau ketiga Maret baru selesai dari Kemenkumham," ucap Budi yang dikutip dari Biro Komunikasi dan Informasi publik Kemenhub, Senin (18/2/2019).

Menurut Budi, regulasi tersebut nantinya akan mengatur beberapa perangkat penting. Mulai dari masalah tarif, perlindungan terhadap konsumen, serta yang paling komperensif masalah keselamatan.

Baca juga: Larangan Gunakan GPS, Bagaimana Nasib Ojek Daring?

Seperti diketahui, sebelumnya beberapa pengamat transportasi dan penggiat keselamatan, menolak adanya regulasi soal ojek online. Karena dengan adanya regulasi, sama saja pemerintah mengesahkan atau melegalkan sepeda motor menjadi salah satu angkutan atau transportasi umum.

Kondisi tersebut dianggap sangat miris, karena sebenarnya motor bukan alat transportasi umum. Selain itu, masalah keselamatan pun dianggap menjadi titik krusial yang harus diperhatikan terlebih sikap para ojol yang terkadang menyalahi aturan dan membahayakan pengguna jalan lain.

Pengemudi ojek online yang tergabung dalam komunitas Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) melanjutkan aksi unjuk rasa ke kantor pusat Grab di Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2018). Saat tiba di Lippo Kuningan, mereka memaksa pengemudi ojek lainnya untuk melakukan demo dengan iming-iming uang sebesar Rp 2.000 hingga Rp 20.000. KOMPAS.com/ RINDI NURIS VELAROSDELA Pengemudi ojek online yang tergabung dalam komunitas Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) melanjutkan aksi unjuk rasa ke kantor pusat Grab di Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2018). Saat tiba di Lippo Kuningan, mereka memaksa pengemudi ojek lainnya untuk melakukan demo dengan iming-iming uang sebesar Rp 2.000 hingga Rp 20.000.
Namun dalam keterangan resminya, Budi mengklaim menyiapkan regulasi ini karena ojol merupakan angkutan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Banyak hal positif didapat dari keberadaan ojek online ini. Karena itu, Menhub meminta agar pengemudi ojol semua menataati aturan yang ada.

"Ojol ini memberikan service dan memberikan penghasilan bagi masyarakat banyak. Tetapi sebagai profesi, mereka ini ada risikonya. Dalam transportasi yang namanya profesi, keselamatan itu harus dilindungi, karenanya kita katakan lakukan profesi ojol dengan berkeselamatan,” ujar Budi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.