Jalur Aman Modifikasi Warna Tanpa Ganti Surat Kendaraan

Kompas.com - 10/10/2018, 11:02 WIB
Modifikasi Altis 2007, gaya elegan dan sudah pernah jadi bintang film Kompas.com/Setyo AdiModifikasi Altis 2007, gaya elegan dan sudah pernah jadi bintang film

JAKARTA, KOMPAS.com - Di dunia modifikasi, salah satu bagian yang kerap mendapat perubahan adalah tampilan warna kendaraan. Cara perubahannya bisa menggunakan cat atau stiker yang saat ini teknologinya sudah semakin menyerupai cat asli.

Tapi bagaimana dengan keabsahan surat-surat kendaraan tersebut? Kasie STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Bayu Pratama perubahan warna yang berbeda dengan warna dasar kendaraan termasuk dalam kategori penggantian warna.

"Ini baiknya segera diurus perubahan surat kendaraanya karena warna sudah berbeda. Tidak sesuai dengan keabsahan surat kendaraan. Jika berbeda antara surat dan warna kendaraan tentu tidak sah dan berpotensi untuk melanggar peraturan," ucap Bayu saat dihubungi Selasa (9/10/2018).

Namun Bayu mengungkapkan selama ini modifikasi yang tidak mengganti warna dasar secara keseluruhan tidak termasuk dalam penggantian warna. Modifikasi seperti variasi stiker kendaraan yang tidak menutup seluruh badan mobil tidak termasuk kategori pelanggaran.

Baca juga: Beli Ertiga Sudah Tak Inden, Kecuali 2 Warna Ini

Berbeda dengan modifikasi stiker wrap yang saat ini banyak ditawarkan menutupi seluruh badan kendaraan. Bila memiliki perbedaan warna dengan warna dasar masuk pelanggaran.

"Kalau stiker tidak menutup keseluruhan badan mobil, hanya sedikit, artinya tidak mengubah warna kendaraan. Tidak masuk pelanggaran," ucap Bayu.

Ini bisa dimanfaatkan pemilik kendaraan yang bosan dengan kendaraannya, jika ingin penyegaran dapat memilih warna yang sesuai dengan yang tertera di surat kendaraan. Atau divariasikan dengan penggunaan stiker yang tidak menutup seluruh badan kendaraan.

Risiko pemilik kendaraan yang kedapatan saat razia atau pemeriksaan memiliki warna kendaraan yang berbeda dengan surat kendaraan, sesuai pasal 288 dari UU No 22 tahun 2009 adalah kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X