Angkat Performa Motor Tanpa Bongkar Mesin

Kompas.com - 09/06/2016, 15:44 WIB
Ghulam/Otomania Ragam gear belakang TDR untuk Yamaha MX King dan R15.

Jakarta, KompasOtomotif – Selera biker terhadap performa kendaraan roda dua yang ditunggangi berbeda-beda. Ada yang menginginkan tarikan bawahnya galak atau doyan dengan kecepatan (speed). Tentu ini terkait berkendara sehari-hari dalam kota, bukan balap.

Demi mendapat apa yang diinginkan tersebut, tidak jarang biker rela memodifikasi bagian dalam mesinnya atau “dikorek”. Namun ternyata, ada lagi cara lain yang lebih sederhana, dengan hanya mengganti ukuran gear belakang sepeda motor. Cara ini berisiko lebih kecil dibanding dengan memodifikasi mesin.

Sriyono, Technical Service Division Astra Honda Motor (AHM) mengiyakan, kalau modifikasi gir punya risiko lebih kecil dibanding dengan membongkar mesin. Pasalnya cara ini cukup sederhanya, walaupun hasilnya tidak sesignifikan bongkar mesin.

“Tapi tentu ada yang dikorbankan, dalam memodifikasi performa, dengan cara mengganti gir belakang. Seperti ketika ingin menaikkan kemampuan tarikan awal, maka speed akan berkurang sedikit, dan begitu sebaliknya,” ujar Sriyono, Kamis (2/6/2016).

Sriyono melanjutkan, penggantian gear hanya cukup pada bagian belakang, tidak perlu depan, karena akan sulit. Bagi yang ingin mengincar tarikan awal, stop and go (karakter berkendara dalam kota), cukup dengan mengganti gir belakang dengan ukuran yang lebih besar.

“Seperti misalnya dari ukuran awal 42-15 (gir belakang-gir depan) menjadi 44-15, lebih besar dua mata gear dibanding yang normal. Namun, seperti tadi saya katakan, jika tarikan bawah bertambah maka speed akan sedikit berkurang,” tutur Sriyono.

Sementara, kata Sriyono, saat ingin mengincar speed, gear belakang bisa dikecilkan matanya, seperti dari ukuran gear belakang 44 menjadi 42. Jika menginginkan setelan seperti itu, maka speed akan naik, tetapi torsi akan turun.

“Semua kembali lagi pada kebutuhannya, apakah untuk tarikan atau speed. Kemudian, masing-masing itu tentu akan mengorbankan salah satunya, berkurangnya kecepatan atau kendurnya tarikan,” ujar Sriyono.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorAgung Kurniawan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X