Begini Jadinya Nasib Konsumen Ford di Indonesia

Kompas.com - 29/02/2016, 12:44 WIB
Dealer Ford AK Kelapa Gading Donny Apriliananda/KompasOtomotifDealer Ford AK Kelapa Gading
|
EditorAgung Kurniawan

Tangerang, KompasOtomotif – Ford Motor Indonesia (FMI) tidak bisa pergi sebelum menunjuk pihak yang bertanggungjawab atas kelanjutan layanan konsumen. Dari keterangan perwakilan diler, FMI tengah memfasilitasi pembentukan wakil baru yang setidaknya mengawal bisnis purna jual Ford di dalam negeri.

Dampak dari pengumuman mengundurkan diri dari Tanah Air yang sudah disampaikan FMI, 25 Januari lalu, membuat masa depan diler resmi terancam berakhir. Diler tidak bisa lagi membawa bendera Ford. Penyebabnya FMI bakal melepas statusnya sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) sekaligus induk operasional ritel.

Namun sesuai Undang-Undang Perlindungan Konsumen, FMI diwajibkan menyediakan fasilitas purna jual dan memenuhi garansi.

“Yang terjadi adalah FMI mengumumkan akan keluar sebagi ATPM tapi nanti akan ada perusahaan baru untuk menggantikan fungsi aftersales-nya. Perusahaan penganti ini bertanggung jawab untuk melayani garansi, suku cadang, servis, sampai training teknisi bengkel,” ungkap Nugroho Suharlim, Chief Operating Officer Auto Kencana (AK) Group, di Tangerang, Minggu (28/2/2016).

AK adalah salah satu grup pemilik diler Ford terbesar di dalam negeri, sejumlah 10 lokasi jaringan. Total diler Ford di Indonesia mencapai 44 unit.

Konsorsium

Nugroho juga mengungkap telah terjadi pertemuan perusahaan pemilik diler Ford di Indonesia. Mereka membuat semacam konsorsium, lantas mengajukan diri ke Ford Asia Pasific sebagai pengganti FMI untuk setidaknya dalam jangka waktu dekat menangani layanan purna jual.

Pertemuan itu mencapai kesepatakan berupa pembentukan perusahaan baru berbadan hukum. Perusahaan baru itu independen (di luar perusahaan diler) agar netral, punya Angka Pengenal Impor (API), bertugas mengawal semua jaringan diler, dan harus dibuat secepatnya.

"Ford Asia Pacific kan akan mencari pengganti, maka perusahaan itu mengajukan diri karena kami paling siap dari teknisi, suku cadang, dan network. Misalnya ditunjuk perusahaan lain tentu butuh waktu," jelas Nugroho.

Hasil kesepakatan telah ditandatangani sebagian besar perusahaan diler Ford dan akan disampaikan ke Ford Asia Pasific saat mengunjungi Indonesia bulan depan.

“Saya berusaha melindungi konsumen dengan mengajak semua diler yang ada bergabung ke dalam perusahaan baru itu. Walau porsinya hanya 2 - 5 persen, otomatis diharapkan jaringannya bisa terpakai jadi tidak ada yang berubah. Sebelum ada PT (Perseroan Terbatas) baru itu, FMI tidak boleh ‘cabut’, yang menentukan itu pemerintah, atas perlindungan konsumen,” ujar Nugraha.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X