Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024

Mau Beli Sepeda Motor Tunai, Konsumen "Dipaksa" Kredit

Kompas.com - 13/04/2015, 17:35 WIB
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta, KompasOtomotif – Fenomena dealer sepeda motor yang lebih mengutamakan penjualan kredit sudah menjadi rahasia umum sejak lama. Meski sudah banyak pelaporan dan keluhan, sekaligus tindakan dari berbagai merek, namun tetap saja praktiknya tak bisa dihindari.

Pemicunya jelas. Insentif dari leasing ke dealer atau sales yang cukup besar menjadi trigger untuk oknum tenaga penjual mengeruk keuntungan. Konsumen pun dirugikan, saat ingin membeli sepeda motor secara cash, justru tidak semulus saat bilang akan beli secara kredit.

Pengalaman terbaru dialami Frangky. Kepada KompasOtomotif, dirinya menceritakan pengalaman saat ingin membeli Honda CBR150R rakitan lokal, beberapa waktu lalu di salah satu dealer Honda kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.

Meski tenaga penjual yang melayaninya sangat ramah, namun ada yang mengganjal. ”Beli cash boleh, saat sudah memberikan tanda jadi Rp 1 juta. Tapi setelahnya sales itu mengatakan jika ada pembeli lain yang meminang secara kredit, unit akan diutamakan untuk pembeli kredit,” ungkap Franky.

Bahkan sang tenaga penjual, menurut Franky, terang-terangan mengatakan bahwa untung untuk dealer dan sales akan lebih besar saat konsumen membeli secara kredit. Artinya, tenaga penjual memancing konsumen untuk membeli secara kredit.

Cara tersebut termasuk cukup halus. Bandingkan dengan beberapa kasus yang lebih ”kasar”, saat pembeli dengan cara cash divonis inden beberapa bulan, sedangkan pembeli kredit langsung ready stock. Fenomena ini masih kerap terjadi.

”Saya punya pengalaman beberapa bulan setelah Yamaha me-launching R25. Saat itu saya ingin beli tunai di salah satu dealer Yamaha kawasan Jakarta Selatan. Syaratnya malah banyak, termasuk menunggu hingga beberapa bulan,” terang Jodhy Arga, calon konsumen.

Memang Yamaha R25 saat itu inden panjang. Namun, lanjut Jodhy, jangka waktu menunggu untuk pembeli yang kredit jauh lebih singkat. ”Kalau kredit bisa diusahakan 1 bulan. Kalau tunai bisa sampai 3 bulan,” aku Jodhy.

Kondisi ini biasa terjadi pada tipe sepeda motor dimana supply sangat sedikit sedangkan permintaan cukup tinggi. Biasanya terjadi saat model baru diluncurkan. Dalam kondisi, tentu dengan menjual secara kredit dengan jumlah besar, maka dealer atau sales akan memperoleh keuntungan lebih dari cashback, insentif, atau biasa juga disebut refund dari leasing.

Lalu, apa langkah yang dilakukan ATPM? Seberapa besar keuntungan sales dari praktik ini? Simak lanjutannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke