Salin Artikel

[POPULER OTOMOTIF] Mobil Jarang Dipakai Bisa Cepat Rusak? | Negara Tangguhkan Cicilan Kendaraan

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu mitos di dunia otomotif, yaitu soal anggapan bahwa mobil jarang dipakai bisa cepat rusak. Apakah rumors itu benar adanya atau hanya sekadar isapan jempol belaka saja.

Informasi lain yang tak kalah menariknya lagi, yaitu soal negara tangguhkan cicilan kendaraan selama satu tahun, akibat pandemi virus Covid-19 alias Corona.

Penasaran seperti apa, berikut ini lima berita terpopuler di kanal otomotif pada Jumat 27 Maret 2020:

1. Mobil Jarang Dipakai Bisa Cepat Rusak, Mitos atau Fakta?

Ada anggapan semakin sering mobil digunakan maka akan cepat rusak, sementara jika mobil jarang dipakai maka dapat memperpanjang usia pakainya. Benarkah anggapan tersebut?

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna, Jakarta Selatan, mengatakan, sejumlah komponen mobil punya usia pakai yang harus diganti secara rutin. Dipakai atau tidaknya sebuah mobil, perawatannya tetap sama.

“Misalnya oli, meski mobil tidak dipakai harus tetap diganti jika sudah enam bulan. Jadi bukan berarti kalau mobil disimpan, komponennya awet,” ujar Suparna, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

2. Ban Mobil Tiba-Tiba Pecah, Jangan Injak Pedal Rem

Tragedi ban pecah saat berda dijalan menjadi hal yang menakutkan bagi hampir seluruh pengemudi mobil.

Pasalnya, tidak sedikit pengemudi yang panik dan justru melakukan kesalahan hingga mengakibatkan mobil hilang kendali.

Hal ini tentunya akan sangat berbahaya, menginat kondisi jalanan ibukota yang terbilang cukup ramai dan padat.

Meski begitu, ada beberapa teknik yang bisa dilakukan untuk menjaga kendali mobil tetap pada lajurnya saat mengalami pecah ban.

Training Director Safety Defensive Consultant, Sony Susmana, mengatakan, kecelakaan akibat pecah ban 75 persen berujung fatality.

3. Negara Tangguhkan Cicilan Kendaraan Selama 1 Tahun, Ini Kata Leasing

Pelaku usaha industri pembiayaan menyambut baik inisiasi pemerintah untuk memberikan kelonggaran pembayaran cicilan kredit kendaraan bermotor kepada pekerja informal seperti, tukang ojek, sopir taksi, serta nelayan yang terdampak virus corona (Covid-19).

Pekerja informal itu bisa mendapatkan kelonggaran angsuran selama maksimal dalam jangka satu tahun.

Kelongaran atau relaksasi ini mengacu jangka waktu restrukrusisasi yang diatur dalam Peraturan OJK tentang Stimulus.
Namun, pemberian relaksasi tersebut sepertinya belum akan diimplementasikan dalam waktu dekat.

Paling tidak, hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selesai membuat detail teknis pemberian dan syaratnya.

4. Mitos atau Fakta? Setir Mobil Harus Lurus saat Parkir Mobil

Banyak orang yang mengira bahwa parkir mobil dengan posisi setir yang lurus hanya alasan estetika.

Namun, beberapa orang percaya bahwa meluruskan setir saat parkir sesuai garis merupakan salah satu cara agar komponen power steering menjadi lebih awet.

Lantas, benarkah hal tersebut? Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Bambang Supriadi, mengatakan, alasan meluruskan setir saat parkir mobil sebenarnya agar mobil mudah di dorong.

5. Yamaha RX-King Bonsai, Kesan Sangar Luntur Seketika

Kesan sangar Yamaha RX-King runtuh seketika melihat motor ini. Julukan motor jambret yang kerap berkonotasi dengan penjahat, pernah tenar dekade silam tenggelam kala melihat sosok RX-King bonsai.
Bukan tanpa alasan disebut sebagai motor bonsai, karena motor ini persis seperti tanaman yang sengaja tumbuh kecil.

Merupakan versi kecil dari RX-King asli, bukan motor mini yang kemudian dibentuk ala RX-King.

AS, punggawa Garage 69 asal Bandung, yang menggarap RX-King bonsai mengatakan, ide membuat motor mini dari basis RX-King ini terlintas setelah beberapa kawannya membuat motor mini.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/03/28/070200815/-populer-otomotif-mobil-jarang-dipakai-bisa-cepat-rusak-negara-tangguhkan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.