Target “Zero Accident” di Musim Mudik 2017 - Kompas.com

Target “Zero Accident” di Musim Mudik 2017

Ghulam Muhammad Nayazri
Kompas.com - 19/06/2017, 04:31 WIB
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Polisi mengatur lalu lintas di ruas Tol Pejagan-Brebes, Jawa Tengah, saat arus mudik H-6 menjelang Lebaran, Sabtu (11/7/2015). Tol Pejagan-Brebes dioperasikan untuk mengurangi kemacetan arus mudik Lebaran Idul Fitri 1436 H meski kondisi fisik jalan masih kurang baik.

Jakarta, KompasOtomotif –  Kecelakaan di musim mudik lebaran mulai mengalami tren menurun, dari  lebaran di 2015 ke 2016. Meski belum signifikan, tapi target optimistis yang dipatok adalah “zero accident”.

Pada H-7 sampai H+7 lebaran 2015 kecelakaan yang terjadi sebanyak 4.214 kasus, dan turun 8 persen menjadi 3.590 periode yang sama di 2016. Eddi, Direktur Keselamatan Transportasi Ditjen Hubdat Kementerian Perhubungan mengatakan, tahun ini targetnya tetap tanpa kecelakaan.

“Target dekade kita zero accident, dan walaupun terjadi ya mudah-mudahan tidak terlalu besar,” ujar Eddi di sela-sela kegiatan Aksi Simpatik dan Diskusi Mudik Sehat Mudik Selamat yang diadakan Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), bersama Independent Bikers Club (IBC), Sabtu (17/6/2017).

Korlantas Jumlah kecelakaan lebaran 2015 dan 2016.

Eddi mengatakan, pihaknya bersama dengan Korlantas Polri ikut mengawal titik-titik rawan kecelakaan, sepanjang jalur mudik. Lebih dari itu, titik-titik rawan kejahatan, bencana alam dan banjir juga mendapatkan kawalan.

“Untuk titik rawan, nanti ada petugas yang berjaga dan dipasang rambu-rambu yang sudah jelas, untuk mengantisipasi. Jadi pemudik diharapkan patuhi rambunya,” ujar Eddi.

Ciri-ciri daerah rawan menurut Kementerian Perhubungan yaitu jalan berkelok dan naik turun (pegunungan), lalu ruas jalan sempit serta tidak mampu menampung arus, kemudian perlintasan kereta api (setiap 10 menit lewat).

Kementerian Perhubungan Identifikasi daerah rawan kecelakaan.

PenulisGhulam Muhammad Nayazri
EditorAgung Kurniawan
Komentar