Rekomendasi IOI Terkait Penurunan Polusi Kendaraan - Kompas.com

Rekomendasi IOI Terkait Penurunan Polusi Kendaraan

Ghulam Muhammad Nayazri
Kompas.com - 20/04/2017, 15:59 WIB
jillseymourukip.org Ilustrasi emisi kendaraan.

Jakarta, KompasOtomotif – Penyusunan roadmap industri kendaraan yang dikaitkan dengan Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan target penurunan Gas Rumah Kaca (GRK) masih belum menemui titik terang, dan masih berkutat dalam diskusi-diskusi.

Ikut ambil bagain dalam upaya perumusan ini, pihak Institut Otomotif Indonesia (IOI) coba mendorong pemerintah, agar melahirkan kebijakan yang memotivasi industri kendaraan bermotor dalam negeri, untuk semangat membangun kendaraan ramah lingkungan.

“Ini berangkat dari niat kami agar Indonesia memiliki peta jalan industri kendaran ke depan, di mana ada target dan langkah yang jelas. Jangan sampai kita tertinggal dengan negara lain, saat ini memang sudah ketinggalan, tapi jangan semakin jauh lagi,” ujar Jaka Purwanto, Director Strategic, Technology and engineering Directorate IOI, Kamis (20/4/2017).

Jaka memberikan contoh seperti Thailand, Malaysia, dan kemduian ke India, di mana mereka memiliki roadmap yang sudah jelas. Di mana mereka juga telah menggulirkan kebijakan-kebijakan ke arah tersebut. Pemerintah Indonesia menargetkan ada penurunan emisi CO2 29 persen di 2030.

Rekomendasi

IOI memaparkan beberapa skenario yang bisa digunakan untuk menurunkan emisi GRK sesuai dengan target. Salah satunya dengan memandang Unit in Operation (UIO), di mana kondisi idealnya adalah emisi dari kendaran berkurang 29 persen, tapi jumlah kendaraan yang beredar di pasar tetap berkembang.

 “Secara komprehensif, pendekatannya yaitu bagaimana mengatur bahan bakar aleternatif, melalui promosi kendaraan gas, biodiesel, dan bioethanol. Kemudian mengenalkan mobil ramah lingkungan, melaui KBH2 dan LCEP (low Carbon Emission Program), serta carbon tax. Tak ketinggalan juga terkait dengan klasifikasi usia kendaraan dan jenisnya,” tutur Jaka.

“IOI merekomendasikan agar kebijakan yang diambil nantinya disesuaikan dengan hasil kajian tersebut,” ucap Jaka.

PenulisGhulam Muhammad Nayazri
EditorAgung Kurniawan
Komentar
Terkini Lainnya
Jelang Mudik, Aturan Khusus Kendaraan Niaga Terbit
Jelang Mudik, Aturan Khusus Kendaraan Niaga Terbit
Niaga
BMW M4 GT4 Khusus Balap, Mau?
BMW M4 GT4 Khusus Balap, Mau?
Produk
Ducati Indonesia Umumkan Diler Baru di Surabaya
Ducati Indonesia Umumkan Diler Baru di Surabaya
News
Ubahan 'Kekinian' Royal Enfield 350
Ubahan "Kekinian" Royal Enfield 350
Modifikasi
Vettel Tinggalkan Hamilton di Latihan Bebas F1 Monaco
Vettel Tinggalkan Hamilton di Latihan Bebas F1 Monaco
Sport
Trump Mulai 'Semprot' Merek Jerman
Trump Mulai "Semprot" Merek Jerman
News
Lorenzo Sebut Revisi Sirkuit Barcelona Untungkan Honda
Lorenzo Sebut Revisi Sirkuit Barcelona Untungkan Honda
Sport
Saat Sepeda Motor dan Mobil Saling Berbicara
Saat Sepeda Motor dan Mobil Saling Berbicara
Teknologi
Federal Oil Siap Resmikan Pabrik Baru
Federal Oil Siap Resmikan Pabrik Baru
News
Ambisi Global Geely Via Proton
Ambisi Global Geely Via Proton
News
Kondisi Rossi Membaik Pasca Kecelakaan
Kondisi Rossi Membaik Pasca Kecelakaan
Sport
Skutik Listik BMW Berdesain Futuristik
Skutik Listik BMW Berdesain Futuristik
Teknologi
Simak Bocoran Muka Baru Toyota Camry
Simak Bocoran Muka Baru Toyota Camry
News
Berkenalan dengan Mini Crossover ala Jepang
Berkenalan dengan Mini Crossover ala Jepang
Produk
Volvo Siap Ramaikan Transportasi Bus di Indonesia
Volvo Siap Ramaikan Transportasi Bus di Indonesia
Niaga
Close Ads X