Memaksimalkan ”Bekal” Mitsubishi Pajero Sport Exceed - Kompas.com

Memaksimalkan ”Bekal” Mitsubishi Pajero Sport Exceed

Donny Apriliananda
Kompas.com - 20/01/2017, 17:23 WIB
KompasOtomotif-Stanly Ravel Mitsubishi All New Pajero Sport tipe Exceed 4X2 transmisi otomatis.

Jakarta, KompasOtomotif – Ingin beli Mitsubishi Pajero Sport tapi ragu-ragu ambil tipe tertinggi, ada opsi yang ditawarkan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB). Coba pilih tipe Exceed 4X2, yang secara harga jauh di bawah tipe Dakar.

Coba bandingkan banderolnya dulu. KTB mematok tipe Dakar 4X2 Rp 501 juta. Kalau mau atasnya lagi, ada Dakar 4X2 Limited Edition dengan harga Rp 517 juta. Buat yang mau dapat image gagah Pajero Sport tapi versi lebih murah, pilih Exceed 4X2 AT yang dipatok Rp 451 juta.

KompasOtomotif berusaha melihat dari sudut pandang konsumen tipe ini, dan memanfaatkan kesempatan menggeber Pajero Sport Exceed 4X2 AT selama beberapa hari. Tujuan pengetesan, melakukan ”weekend getaway” menuju Sukabumi, Jawa Barat, membawa tujuh penumpang.

Mesin
Harga memang tak bohong. Banyak pembeda antara tipe Exceed dan Dakar. Soal mesin misalnya, tipe Exceed dibekali jantung pacu lama, tipe 4D56 2.500 cc dengan transmisi otomatik 5-percepatan. Tenaganya tercatat 135 tk @4.000 rpm dan torsi 324 Nm @2.000 rpm.

Sementara tipe Dakar 4X2, punya mesin baru tipe 4N15 2.400 cc dengan transmisi otomatik 8-percepatan. Tenaga mesin ini jauh lebih besar, mencapai 180 tk @3.500 rpm dan torsi puncak 430 Nm @2.500 rpm.

KompasOtomotif-Stanly Ravel Suspensi baru, tak ada beda dengan varian tertinggi.
Tapi, mesin lama yang legendaris itu tak bisa dianggap remeh. Dipasangkan dengan Pajero Sport tampang baru pun masih sangat mumpuni diajak lari, apalagi buat jalan ke luar kota.

Jalanan ke Sukabumi yang macet dan beberapa kali melalui tanjakan, dilibas dengan enteng. Asupan tenaga pada putaran bawah memang sedikit minim, namun melimpah saat masuk rpm tengah-atas. Transmisi otomatis dengan fitur manual pemindah gigi juga jadi jagoan selama perjalanan ini.

Goyangan
Diisi tujuh penumpang termasuk satu bocah dan satu bayi, awalnya KompasOtomotif merasa kurang pede. Apalagi, rem bagian belakang masih menggunakan tromol. Tapi ternyata itu pun sudah cukup untuk menghentikan laju. Untungnya, KTB masih membekali tipe ini dengan ABS dan EBD.

Manuver saat berbelok juga cukup nyaman, jarang dirasakan body roll berlebihan. Terimas kasih untuk penggunaan suspensi double wishbone tipe coil spring di depan dan 3-link rigid axle di belakang. Ini sama dengan varian Dakar.

Bagaimana memanfaatkan fitur yang ada pada kabin penumpang? KompasOtomotif membahasnya dalam artikel terpisah.

PenulisDonny Apriliananda
EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM