Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Komponen yang Sering Minta Jajan Pada Truk Sawit

Kompas.com - 01/03/2024, 10:42 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

PANGKALAN BUN, KOMPAS.com - Pangkalan Bun merupakan daerah di Kalimantan Tengah dengan komoditas perkebunan sawit. Truk Fuso yang digunakan disana biasa membawa hasil sawit yang berat, dari Pangkalan Bun sampai Palangkaraya.

Truk yang digunakan di perkebunan sawit punya kerusakan yang berbeda kalau dibanding truk yang dipakai di jalan raya. Ada beberapa komponen yang langganan diganti lebih sering daripada di daerah lain.

Yogi Krisdian, Head of Part Business Development Department PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor (KTB) mengatakan, buat truk yang dipakai di perkebunan sawit, biasanya komponen seperti kopling dan kampas rem lebih cepat habis.

Baca juga: Fuso Bikin Filter Solar Buatan Lokal, Tekan Biaya Operasional

Colt Diesel di Pameran Otomotif Medan 2017.KTB Colt Diesel di Pameran Otomotif Medan 2017.

"Gardan juga, sampai axle shaft putus, banyak kejadian gitu, terutamadi wilayah Kalimantan dan Sumatera," kata Yogi di acara peluncuran diler Fuso Pangkalan Bun, Selasa (27/2/2024).

Uniknya, komponen tadi lebih cepat habis saat musim hujan. Mengingat ketika hujan, beberapa jalan di perkebunan jadi ekstrem, apalagi kalau sedang bawa muatan yang berat.

"Ketika musim hujan akan lebih tinggi permintaannya, karena memang jalannya kan. waktu kemarau panjang kelihatan, permintaannya berkurang," ucap Yogi.

Baca juga: Aturan Data STNK Bakal Dihapus jika Pajak Kendaraan Mati 2 Tahun Segera Berlaku


Sama ada satu komponen lagi yang sering dicari, yakni per. Truk yang dipakai buat bawa hasil sawit biasanya dimuat berlebih, menyebabkan per patah.

"Per itu biasanya patah, nomor 2 dan 3. Tapi sebelumnya mereka biasanya tambah per, karena beban kan overload, operasional berat, di depan tambah satu lembar, di belakang dua," ucap Yogi.

Makanya perusahaan biasa sudah melakukan maping, daerah tertentu sering membutukan sparepart apa. Jadi ketika banyak permintaan, bisa dipenuhi dengan baik.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com