Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/01/2023, 06:22 WIB

SEMARANG,KOMPAS.com - Ritual angkat wiper seperti menjadi kebiasaan umum saat mobil parkir. Bagi sebagian pemilik mobil, wiper yang terangkat ke atas dianggap menghindari karet wiper cepat rusak. 

Tapi, ada konsekuensi lainnya yang lebih parah, yaitu, kerusakan komponen pegas wiper. Perbaikan yang dibutuhkan lebih mahal dan kerusakan komponen tersebut bahkan membuat wiper malfungsi. 

Seperti disampaikan Kepala Bengkel Honda Gajah Mada Semarang Nanang. Menurut dia, wiper secara fungsi bergerak ke segala arah faktornya karena pegas yang mencengkeram erat dan kuat. 

"Itu kan ada semacam pegas. Dari besi dan bila sering di angkat, terkena angin kencang kan lemah lama-lama. Negatifnya sering angkat wiper ya pegasnya yang kalah," ucap Nanang. 

Baca juga: Perempuan Lebih Cocok Pakai Mobil Transmisi Matik?

Level kerusakan yang terjadi juga dikategorikan sedang, dan berat. Pada kondisi normal, wiper seharusnya bisa bergerak mengikuti kecepatan yang dibutuhkan oleh pengemudi. 

Untuk kerusakan sedang, nantinya kata Nanang, sapuan air di kaca akan melemah secara bertahap. 

Model wiper frameless Dicky Aditya Wijaya Model wiper frameless

"Bila dibiarkan ada kemungkinan pegas wiper terlepas. Enggak bisa digunakan menyapu air, mirip kasus kerusakan dinamo, cuma ini di mekanikalnya," katanya. 

Karet wiper yang sering diangkat juga lebih berisiko. Hal itu dikatakan Kepala Bengkel Nissan Setyabudi Semarang Andika Herda Permana. 

Menurut Andika, konsekuensi negatif wiper yang sering diangkat adalah struktur karet gampang berubah karena terpapar sinar matahari langsung. 

Wiper mobilAuto2000 Wiper mobil

"Air yang menempel di kaca belum bersih. Khusus di model wiper blade, struktur karet yang berubah. Jadi mudah ditempeli kotoran. Kaca bisa rusak buram atau baret," kata Andika. 

Guna mencegah kerusakan serius, Andika menyarankan, sebaiknya tak mengangkat wiper saat parkir. Karet wiper nantinya lebih awet dan tahan lama.

Karet wiper tidak akan mudah getas, dan pegasnya pun juga tidak akan mudah mengalami penurunan kekuatan.

Baca juga: Ibu-ibu Ngerem Mendadak di Tengah Jalan, Tertabrak Marah-marah

"Ada manfaat tapi konsekuensinya juga perlu diperhatikan. Sama-sama setiap 6 bulan ganti, ambil dampak baiknya saja. Konsekuensinya hampir mirip, karet getas berisiko menyebabkan kaca rusak," tambahnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.