Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/12/2022, 11:31 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Mobil matik berbeda dengan tipe manual. Untuk menghentikan laju kendaraan, rem menjadi andalan utama. 

Karena itu, pemilik mobil matik pantang untuk menyepelekan perawatan rem. Masalah kecil bisa berdampak serius seperti rem blong.

Contoh seperti gesekan yang berlebihan saat mobil melewati medan berat seperti jalan pegunungan yang memungkinkan menyebabkan kampas rem cepat panas. 

Kerusakan serius berpotensi memicu kecelakan fatal, risiko terparah adalah tekanan rem kedua sisi roda jadi berbeda.

Baca juga: Kenali Penyebab Rem Mobil yang Tak Seimbang

 

Lantas bagaimana hal itu bisa terjadi? 

Kepala Bengkel Nissan Setyabudi Semarang Andika Herda Permana menjelaskan, tingkat keausan rem mobil ditentukan kondisi tekanan kaliper masing-masing roda.

Bengkel Siaga Daihatsu tetap beroperasi selama libur nataruDok. ADM Bengkel Siaga Daihatsu tetap beroperasi selama libur nataru
 "Banyak kasus rem mobil sebelah kiri atau kanan habis dahulu. Khusus mobil matik, tekanan kedua roda bisa berbeda, itu terjadi akibat beberapa faktor. Pertama, pengereman mendadak, dan terbanyak adalah salah kaprah menghadapi situasi stop and go saat macet," ucap Andika kepada Kompas.com, Senin (5/12/2022). 

Teknisnya, kaliper rem depan sebagai tumpuan beban menekan sesuai traksi roda. Menurut Andika, laju kecepatan mobil yang tinggi trek dan jeda waktu pengereman menyesuaikan otomatis dengan sendirinya. 

Maka momentum untuk menghentikan total mobil tersebut dinilai efisien dan aman jika roda mengunci sesuai pola perhitungan yang matang. 

"Murni alamiah, hal itu bisa dijelaskan dari perspektif ilmu fisika. Meskipun sama-sama berputar seirama, gerakkan menekan ke dalam untuk menghentikan laju mobil, rem bisa menyeimbangkan roda bagian mana yang traksi ke permukaan jalan lebih baik dan sisi yang kurang diberikan kesempatan untuk beradaptasi sendiri," ucap Andika. 

Hal itu sebenarnya sama untuk mobil transmisi manual. Hanya saja faktor permainan transmisi atau engine brake berhasil memicu gaya balik, alhasil seperti menahan kecepatan. 

Baca juga: Musim Hujan, Jangan Malas Bersihkan Skutik

Dampaknya secara umum juga mempengaruhi usia pakai dan perawatan kampas rem. Maka dari itu, mobil matik maupun manual melakukan jadwal servis rem yang berbeda. 

Rematching disc brake bentuk perawatan rem untuk menyeimbangkan kembali permukaan disc brake yang habis tidak rataDicky Aditya Wijaya Rematching disc brake bentuk perawatan rem untuk menyeimbangkan kembali permukaan disc brake yang habis tidak rata

"Usia pakai kampas rem berbeda, bisa selisih 5.000 kilometer (km) jika dipakai rute commuter yang sama-sama macet. Termasuk disc brake, perawatan berkala berupa rematching disc brake jadi maju dari jadwal," kata dia. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.