Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/12/2022, 10:22 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Membeli sepeda motor bekas susah-susah mudah buat yang belum paham. Hal paling utama ialah memerhatikan kondisi mesin, kemudian cek bodi serta kelengkapan surat-surat.

Namun di lapangan faktanya sulit untuk mengecek kondisi mesin. Treiknya kemudian salah satu yang bisa dijadikan acuan yaitu dengan melihat odomoter.

Baca juga: Vinales Sebut Akan Lebih Banyak Tekanan di MotoGP 2023

Odomoter sering jadi patokan saat ingin membeli motor bekas, dengan alasan makin sedikit jarak tempuh maka makin baik karena motor jarang dipakai. Hal tersebut tidak salah tapi tidak mutlak benar.

Yamaha F1ZR Marlboro Edition dengan odometer baru 4 KmKOMPAS.com/DIO DANANJAYA Yamaha F1ZR Marlboro Edition dengan odometer baru 4 Km

Sebab patokan mesin sehat dan kondisi motor bagus bukan ditentukan odometer, sebab bisa saja penunjuk kilometer itu sudah diutak-atik.

Darwin Danubrata, dari diler motor bekas Songsi Motor di Jagakarsa, Jakarta Selatan, mengatakan, odometer bisa diakali sehingga konsumen berpikir bahwa itu motornya masih "segar."

"Sebab saat ini sudah bertebaran jasa untuk setel ulang speedometer, baik yang manual atau digital,” ujar Darwin kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Meski demikian kata Darwin jangan kemudian berburuk sangka. Sebab odometer memang penting, "motor capek" yang sering kerja keras atau kilometer banyak harganya bakal lebih murah ketimbang yang masih sedikit.

Pilihan skutik bekas harga dibawah Rp 20 jutaDicky Aditya Wijaya Pilihan skutik bekas harga dibawah Rp 20 juta

Baca juga: Ada Uji Emisi Kendaraan Bermotor Gratis, Catat Lokasinya

"Beli motor bekas sebaiknya lebih perhatikan mesin, karena bodi masih bisa dibeli. Spare part masih ada, apalagi kalau motor baru. Tapi kalau mesin susah nantinya," ujar Darwin.

Yosia Hermanto, pedagang motor bekas dari showroom Talenta Motor menyarankan, saat membeli motor bekas jangan hanya didengarkan saja mesinnya tapi langsung dicoba.

“Wajib tes jalan. Kalau kita ajak jalan dan ada bunyi yang di luar toleransi, dari mesin kasar suaranya pasti ketahuan. Tapi itu juga main feeling juga, seperti waktu digas terasa tidak," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.