Kompas.com - 23/11/2022, 11:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sukses Francesco Bagnaia dan Ducati pada musim 2022, membuka banyak kisah para pebalap Ducati sebelumnya. Sebab sejak 2007 tidak ada pebalap Ducati yang mampu "pecah telur" mempersembahkan gelar.

Salah satu yang angkat bicara ialah legenda MotoGP Jorge Lorenzo yang berada di Ducati musim 2017-2018. Pada 2019 dia pindah ke Repsol Honda dan akhirnya pensiun di akhir musim karena mengalami cedera.

Lorenzo mengatakan, dia sebetulnya bisa saja tetap di Ducati dan tidak pindah ke Honda. Dia bisa bertahun-tahun di Ducati karena disodorkan kontrak namun dia tidak mau.

Baca juga: Shockbreaker Innova Reborn Sering Bocor, Apakah Wajar?

Jorge Lorenzo semasa masih di Ducati.MOTORSPORT.com Jorge Lorenzo semasa masih di Ducati.

“Baik pada 2019 untuk 2020 dan 2020 untuk 2021, saya memiliki dua kesempatan untuk kembali ke Ducati. Pada saat terakhir saya tidak merasakan hasrat dan keinginan untuk menandatangani dan saya mundur, tetapi ada kemungkinan. Saya membuat keputusan terbaik karena memiliki lebih banyak kerugian daripada keuntungan," kata Lorenzo mengutip Tuttomotoriweb.it, Rabu (23/11/2022).

Pebalap asal Spanyol itu mengatakan ingin meraih gelar bersama The Reds namun perjalanan kariernya berkata lain. Lorenzo juga mengatakan tidak menyesal dengan keputusannya di masa lalu.

“Pada akhirnya karier saya sangat positif. Hidup saya tidak berubah dengan memenangkan lebih banyak atau lebih sedikit balapan, tetapi dengan mengalami cedera serius. Ini membuat saya mengubah hidup saya, untuk mulai menikmati kesenangan lain dan saya melakukannya dengan baik,” kata dia.

Baca juga: Air ev Masih Jadi Mobil Terlaris Wuling Oktober 2022

Juara Dunia lima kali Jorge Lorenzo resmi dinobatkan sebagai Legenda MotoGP. Foto: MotoGP.com Juara Dunia lima kali Jorge Lorenzo resmi dinobatkan sebagai Legenda MotoGP.

Lorenzo mengatakan, saat dia di Ducati motor Desmosedici sulit untuk diajak belok, dan karena dia tidak bisa kencang maka dia mulai bermasalah dengan bagian-bagian lain.

“Mereka mengalami masalah saat menikung dan karena saya tidak kompetitif sama sekali, saya mulai mengalami masalah dengan mesin, traksi, pengereman butuh waktu lebih lama," kata dia.

"Saya akan menyukainya karena pasti tanpa waktu itu saya akan memperbarui dan mengubah ceritanya, tetapi itu datang ketika datang dan saya memanfaatkannya dan mulai menang, tetapi sayangnya itu sudah terlambat," ungkap Lorenzo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.