Kompas.com - 02/11/2022, 11:22 WIB

MANADO, KOMPAS.com - Angka kecelakaan yang melibatkan kendaraan besar seperti truk dan bus masih sering terjadi. Sebenarnya, kejadian tersebut bisa diantisipasi dengan berbagai cara.

Salah satu pihak yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kesadaran pentingnya keselamatan adalah Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Poin yang harus diwujudkan adalah terciptanya kendaraan yang berkeselamatan.

Kasubdit Uji Berkala Kendaraan Bermotor Direktorat Sarana Transportasi Jalan Tarma mengatakan, Ditjen Hubdat terus berupaya menangani permasalahan terkait kecelakaan terutama yang menyangkut angkutan barang dan umum.

Baca juga: Kenapa Airbag Bisa Gagal Mengembang Saat Kecelakaan?

Kecelakaan bus di Wonosobodoc NTMC Polri Kecelakaan bus di Wonosobo

Tarma menjelaskan pihaknya terus berusaha menekan angka kecelakaan dengan cara normalisasi kendaraan bermotor, penerapan Bukti Lulus Uji Elektronik (BLU-e), implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU).

"Kemudian, percepatan Sertifikasi Kompetensi Penguji, Akreditasi Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB), dan yang lainnya," ucap Tarma pada kegiatan Semiloka Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tahun 2022 sebagai rangkaian acara Pekan Nasional Keselamatan Jalan (PNKJ) di Manado, Jumat (28/10/2022).

Dalam kaitannya menciptakan kendaraan yang berkeselamatan, Plt. Koordinator Kelompok Substansi Sertifikasi Penguji Radi Gunawan pada paparannya menyebutkan, kreditasi kendaraan bermotor wajib dilakukan di UPUBKB berdasarkan persyaratan teknis dan laik jalan suatu kendaraan.

Baca juga: Biaya Kepemilikan Wuling Air ev, Butuh Rp 4,4 Juta buat Cas Baterai


Ada beberapa persyaratan teknis saat uji berkala yang harus dipenuhi kendaraan. Pertama yaitu Susunan Kendaraan, Perlengkapan, Ukuran, Karoseri, serta Rancangan Teknis Kendaraan sesuai peruntukannya.

"Sedangkan, persyaratan laik jalan terdiri dari Efisiensi Rem Utama & Parkir, Daya Pancar Lampu Utama, Kebisingan Suara, Daya Tembus Cahaya pada Kaca, Berat Kosong Kendaraan, Kincup Roda Depan, Keakurasian Speedometer, dan Emisi Gas Buang," ucap Radi.

Lebih lanjut Radi mengatakan bahwa Uji Berkala Pertama memiliki masa berlaku 6 bulan dan wajib dilakukan Uji Berkala Perpanjangan setelah masa Uji Berkala Pertama berakhir dan diulang setiap 6 bulan.

Di sisi lain, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Sulawesi Utara, AKBP Dolfie Rengkuan menyatakan ada penyebab lain kecelakaan lalu lintas.

"Selain dari sisi kendaraan, penyebab laka juga ada pada tidak disiplinnya pengguna jalan, kesehatan yang terganggu, tidak terampil berkendara serta jumlah muatan yang berlebih. Tentu ini harus menjadi perhatian kita bersama," kata Dolfie.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.