Kompas.com - 15/10/2022, 13:02 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Usai membahas mengenai eksterior, interior, performa dan fitur. Kini saatnya tim redaksi mengulas bagaimana sensasi di balik kemudi Hyundai Stargazer dan Mitsubishi Xpander.

Pertama untuk Hyundai Stargazer, mobil ini dibekali dengan mesin 1.489 cc Multi Point Injection (MPI), yang mampu menghasilkan tenaga 113 Tk pada 6.300 rpm dan torsi sebesar 144 Nm di 4.500 rpm.

Dari pengetesan yang dilakukan tim redaksi beberapa waktu lalu, tenaga mesin yang disalurkan ke dua roda depan melalui transmisi Intelligent Variable Transmission (IVT), terbilang cukup halus tapi responsif.

Baca juga: Adu Fitur Hyundai Stargazer dan Mitsubishi Xpander, Mana Lebih Unggul?

Saat melakukan kickdown, akselerasi terasa cukup mengasyikkan karena transmisi bisa melakukan perpindahan secara virtual. Untuk keperluan dalam kota, tenaga mesin tersebut sudah lebih dari cukup.

Berlanjut ke pengendalian, mobil ini terbilang asyik dikendarai. Hal ini karena bantingannya tidak seempuk rivalnya Xpander. Suspensi Stargazer terasa lebih berkarakter dibanding mobil-mobil di segmennya.

Test Drive Hyundai Stargazer Malang, BatuKOMPAS.com/STANLY RAVEL Test Drive Hyundai Stargazer Malang, Batu

Saat dibawa bermanuver, mobil masih terasa limbung, terutama ketika kecepatan tinggi. Lalu, blind spot cukup besar terasa pada pilar A, karena bentuknya yang memanjang ke depan seperti sedan.

Soal peredaman kabin, terbilang cukup baik namun masih terdengar suara bising dari bagian samping kanan-kiri ketika melewati kendaraan. Sementara suara road noise cukup minim, tapi deru mesin sayup-sayup masih cukup terdengar di kabin.

Kami pun sedikit-sedikit bisa menjajal beberapa kecanggihan fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) Hyundai SmartSense. Salah satunya Lane Keeping Assist (LKA) dan Lane Following Assist (LFA) yang berfungsi pada kecepatan cukup rendah di sekitar 20 kpj.

Kondisi ini memungkinkan pengendara fokus menekan gas dan rem, sementara tangan bisa rileks lantaran bantuan fitur di atas. Dalam kondisi nyata, setir bakal belok sendiri mengikuti garis marka di tengah kepadatan lalu lintas.

Test Drive Hyundai Stargazer Malang, BatuKOMPAS.com/STANLY RAVEL Test Drive Hyundai Stargazer Malang, Batu

Namun, setir tidak bisa sepenuhnya dilepas, pengendara tetap harus memegang setir agar fitur bekerja optimal.

Halaman:


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.