Kompas.com - 18/09/2022, 13:22 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com – Kendaraan Over Dimension Overload (ODOL) jadi salah satu pelanggaran lalu lintas yang punya risiko cukup besar.

Karena itu, bagi yang kedapatan mengendarai truk ODOL akan dikenakan sanksi, baik berupa kurungan dan juga denda.

Sanksi tersebut diatur Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), tepatnya pada Pasal 307 dengan bunyi, jika kedapatan mengendarai truk ODOL akan dipidana kurungan paling lama dua bulan dan denda maksimal Rp 500.000.

Baca juga: Tak Hanya Mobil Dinas, Prepres Kendaraan Listrik Angkutan Umum Juga Perlu

Danto Restyawan, Direktur Sarana Transportasi Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI mengatakan, aturan tersebut hanya mempermasalahkan pihak pengemudi truk saja bukan ke akarnya.

“Dalam waktu dekat namun saya tidak tahu kapan ini kita sedang mencoba untuk membedah undang-undang itu. Jadi yang kena sanksi bukan hanya supir. Supir itu hanya yang mengantarkan barang dari pemilik truk. Keselamatan itu milik kita semua,” kata Danto kepada Kompas.com, Minggu (18/9/2022).

Permasalahannya, kata Danto, memang sulit diatasi jika tidak ada kesadaran dari masyarakat, khususnya pemilik barang dan pemilik truk. Setiap pabrikan truk sudah merancang tinggi dan lebar sesuai ukuran yang sesuai standar.

Hal tersebut karena berkaitan dengan performa keseluruhan kendaraan, seperti sistem pengereman, kopling, dan lain sebagainya.

Jika terlalu berat, otomatis rem tidak bekerja maksimal karena beban yang diangkut melebih batas kemampuan pengereman.

Truk ODOLBUDI SETIYADI Truk ODOL

Baca juga: Link Live Streaming MotoGP Aragon 2022, Balapan Pukul 19.00 WIB

Karena itu, Danto menyarankan agar pemilik truk jangan serakah dalam menjalankan bisnis dan mengabaikan aspek keselamatan.

“Jika bisa pakai dua truk maka sebaiknya pakai dua truk, jangan barang untuk dua truk malah untuk satu truk. Ini tidak beres, kemampuan rem, kopling dan mesin itu sudah tidak mungkin bisa,” kata Danto.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.