Kompas.com - 27/08/2022, 13:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tindak kekerasan di jalan raya masih kerap ditemui. Baru-baru ini, viral di media sosial rekaman seorang pengemudi mobil yang menyerang sopir TransJakarta, Jumat (26/8/2022).

Setelah terlibat cekcok, pengemudi mobil tersebut menyerang sopir TransJakarta secara fisik, dengan menampar kepala sopir tersebut. Kejadian itu berhasil direkam oleh salah seorang penumpang yang berada di dekat sopir.

Saat berkendara, defensive driving menjadi salah satu hal yang kerap diabaikan oleh pengemudi. Padahal, perilaku mengemudi ini membantu menunjang keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan yang lainnya.

Baca juga: Viral, Pengemudi Mobil Tampar Sopir Transjakarta gara-gara Senggolan

Dikutip dari National Safety Council's Defensive Course USAdefensive driving merupakan perilaku mengemudi untuk menyelamatkan nyawa, waktu dan uang, terlepas dari kondisi dan tindakan orang lain di sekitarnya.

Pengemudi yang menerapkan perilaku defensif saat berkendara bisa mengendalikan emosi, tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi menanggapi kondisi eksternal saat sedang berada di jalan raya. 

Ada empat syarat yang dimiliki oleh pengemudi yang menerapkan defensive drivingalertness, awareness, anticipation, dan attitude.

Alertness atau kewaspadaan menjadi faktor utamayang menjamin pengemudi untuk sigap dan waspada terhadap pengguna jalan yang lain. Ini bisa menghindarkan pengemudi dari potensi kecelakaan atau bersenggolan dengan kendaraan lain.

Awareness atau kesadaran, di mana pengemudi memiliki pengetahuan berkendara yang baik, benar dan aman. Perlu diingat, pengetahuan dan pemahaman yang tepat dalam berkendara dapat meminimalisir kecelakaan lalu lintas. 

Sebuah video singkat menunjukkan seorang sopir bus transjakarta terlibat cekcok dengan seorang pria tak dikenal beredar di media sosial, Kamis (25/8/2022). Video dengan durasi belasan detik itu diunggah akun Twitter @ganarmdhn pada Kamis sekitar pukul 23.18 WIB.Tangkapan Layar/TWITTER Sebuah video singkat menunjukkan seorang sopir bus transjakarta terlibat cekcok dengan seorang pria tak dikenal beredar di media sosial, Kamis (25/8/2022). Video dengan durasi belasan detik itu diunggah akun Twitter @ganarmdhn pada Kamis sekitar pukul 23.18 WIB.

Baca juga: Tabrak Truk, Porsche Hangus Terbakar dan Pengemudi Tewas di Tol Jagorawi

Attitude atau sikap mental. Seorang pengemudi tidak bisa egois atau mau menang sendiri saat mengemudi di jalan raya, namun mengutamakan kepentingan umum. Misalnya, tidak menyelak antrian di jalan dan mengikuti aturan yang ada; tidak mudah terpancing emosi saat terjadi senggola dengan kendaraan lain.

Saat pengemudi mudah terpancing emosinya, tindak kekerasan sangat berpotensi terjadi dan akan merugikan pengemudi tersebut serta pengguna jalan yang lain.

Terakhir, ada anticipation atau antisipasi, sikap pengemudi yang selalu mengantisipasi segala kemungkinan termasuk potensi bahaya yang ada di jalan raya selama berkendara. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.