Mesin Mobil Mati di Pelintasan Kereta Api, Bisa Jadi Ini Faktornya

Kompas.com - 18/07/2022, 13:31 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Kasus mobil mendadak mati saat melewati pelintasan rel kereta api banyak terjadi akhir-akhir ini. Bahkan sampai ada yang menyebabkan kecekalaan fatal.

Tak jarang, gagal fungsi sistem kelistrikan mobil karena dianggap adanya pengaruh medan magnet yang jadi salah satu penyebabnya. 

Lalu, benarkah medan magnet di sekitar perlintasan KA bisa menyebabkan mesin mobil mati mendadak?

Baca juga: Tidak Sempat ke Samsat, Begini Cara Blokir STNK Online

Menjawab hal ini,  Kepala Bengkel Nasmoco Majapahit Semarang Bambang Sri Haryanto mengatakan, medan magnet di akibatkan oleh arus listrik yang dihasilkan Kereta Api dapat membuat mesin mobil mati.

Ilustrasi perlintasan kereta di Jalan Laskar, Citayam, Depok.KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi perlintasan kereta di Jalan Laskar, Citayam, Depok.

 

Sebelumnya, medan elektromagnetik yang besar memancarkan gelombang transversal arus DC yang bertolak belakang dengan kelistrikan mobil. 

"Medan magnet membuat sistem kelistrikan benda lain mati. Kemudian, Electronic Control Unit (ECU) yang mengatur supplay arus listrik dan pengaturan mesin mobil berhenti bekerja, akhirnya mobil macet di tengah rel," ucapnya kepada Kompas.com, belum lama ini. 

Baca juga: Cegah Kecelakaan, Ini Cara Aman Mengendarai Mobil di Musim Hujan

Satu lagi, kata dia, mesin mobil mati sendiri ketika melewati perlintasan KA bisa disebabkan kelalaian pengemudi tak memindahkan posisi tuas gigi transmisi ke putaran lebih rendah. 

Kereta Api (KA) Argo Sindoro relasi Semarang-Gambir mengalami temperan dengan mobil di perlintasan liar KM 34+4/5 petak jalan Cikarang-Tambun, Selasa (21/6/2022) pukul 10.54 WIB. PT KAI Kereta Api (KA) Argo Sindoro relasi Semarang-Gambir mengalami temperan dengan mobil di perlintasan liar KM 34+4/5 petak jalan Cikarang-Tambun, Selasa (21/6/2022) pukul 10.54 WIB.

"Mesin mobil mati pas melintasi rel kereta api juga bisa terjadi karena pengendara mobil tidak memindahkan gigi mesin ke putaran yang lebih rendah, pada putaran mesin rendah dinamo dan koil bisa mati akibat medan magnet dari lokomotif," katanya. 

Senada, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, psikologis pengemudi yang gugup dan panik membuat kehilangan konsentrasi dan tidak bisa berpikir jernih.

"Berhenti di antara rel, ada rasa was was dan khawatir kereta akan lewat. Apalagi ketika dikagetkan suara sirine, biasanya pengemudi mengalami panik berujung salah dalam operasional dan membuat mesin mati,” katanya. 

Baca juga: Bahaya Nyata Perlintasan Kereta Api tanpa Palang Pintu

Dia juga mengatakan, ada waktu aman 10 sampai 20 detik untuk melakukan evakuasi penumpang keluar kabin.  

ilustrasi kereta api.KOMPAS.COM/DOK PT KAI DAOP 5 PURWOKERTO ilustrasi kereta api.

“Namun, apabila hal itu tidak berhasil dilakukan dan mesin tetap tidak bisa hidup juga, maka pengemudi sebaiknya segera tinggalkan kendaraan tersebut,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.