Jangan Main Hakim Sendiri Saat Lihat Kecelakaan, Ada Pidana Hukumnya

Kompas.com - 14/07/2022, 18:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perilaku main hakim sendiri yang dilakukan massa terhadap terduga pelaku kecelakaan lalu lintas masih kerap dilakukan. Terjadi baru-baru ini di Desa Simpang, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (11/7/2022) yang lalu.

Diketahui seorang sopir dan penumpang mobil pikap dihakimi setelah kecelakaan terjadi, di mana seorang pengendara sepeda motor menabrak kendaraan pikap yang sedang parkir, akibat sedang memakai HP.

Sejumlah warga kemudian mengeroyok mobil pikap, seorang di antaranya bahkan merusak kaca depan mobil pikap tersebut dengan menggunakan batu.

Baca juga: Aturan dan Etika Membantu Korban Kecelakaan di jalan tol

"Rencananya sopir dan penumpang pick up akan melaporkan aksi main hakim sendiri ke polisi," ucap Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Dian Pornomo seperti dikutip NTMC Polri, Kamis (14/7/2022).

Mengingat maraknya kebiasaan main hakim sendiri, pemerhati masalah transportasi dan hukum Budiyanto menjelaskan bahwa tidak seharusnya warga emosi sampai main hakim sendiri, bahkan hingga merusak kendaraan.

"Tiap warga negara wajib menjunjung tinggi hukum dan tidak boleh main hakim sendiri. Misalnya, dengan cara merusak kendaraan atau melukai pengemudi kendaraan tersebut," ucap Budiyanto.

Aksi perusakan mobil dalam area Bandar Udara Yogyakarta International Airport di Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Polisi menahan satu terduga pelaku.DOKUMENTASI POLRES KP Aksi perusakan mobil dalam area Bandar Udara Yogyakarta International Airport di Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Polisi menahan satu terduga pelaku.

Baca juga: Jangan Pasang Stiker Keluarga di Kaca Mobil, Ada Bahaya yang Mengintai

Perlu diingat, seseorang baru akan dinyatakan bersalah setelah mendapat putusan dari pengadilan. Setiap warga negara memiliki kedudukan hukum yang sama, dan wajib mendukung asas praduga tak bersalah.

"Intinya kita negara hukum. Perbuatan main hakim sendiri dengan cara merusak barang atau kendaraan, penganiayaan dan pengeroyokan merupakan perbuatan tidak pidana dan tidak boleh terjadi karena dapat berkonsukensi kepada permasalahan hukum atau tindak pidana baru," ucap dia.

Tindakan perusakan, pengeroyokan dan penganiayaan terhadap terduga pelaku kecelakaan justru termasuk ke dalam perbuatan melawan hukum yang dapat dijerat pidana hukum. Ketentuannya diatur dalam pasal 170 KUHP.

Pelaku main hakim sendiri yang melanggar pasal tersebut mendapatkan ancaman hukum sebagai berikut:

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.